pemberontak suriahAleppo, LiputanIslam.com –  Tentara Suriah dan pasukan pertahanan rakyat negara ini di kota Aleppo, Suriah utara, Senin kemarin (31/10/2016) mulai melancarkan gerakan ofesif setelah sehari sebelumnya berada dalam posisi bertahan di depan “perang besar” yang dikobarkan oleh kubu pemberontak dan teroris beberapa hari terakhir ini.

Dalam perang besar itu kubu tersebut bahkan dilaporkan menggunakan senjata kimia serta meningkatkan gempuran rudalnya dari bagian timur Aleppo yang mereka kuasai ke bagian barat yang dikuasai tentara Suriah. Namun demikian, tak ada kemajuan apapun yang dapat dicapai oleh kawanan pemberontak yang sudah terlanjur membaur dengan kawanan teroris Jabhat al-Nusra dan lain-lain tersebut.

Tentara Suriah menyatakan bahwa sebanyak 84 warga sipil terbunuh akibat gempuran sengit kawanan bersenjata.

Kantor berita Iran, IRNA melaporkan sejak Kamis pekan lalu hingga Senin kemarin ratusan teroris tewas, puluhan di antaranya pelaku serangan bunuh diri di berbagai front sekitar Aleppo.

Rai al-Youm yang bermarkas di London juga menyebutkan tak ada kemajuan sama sekali untuk pihak pemberontak meski sudah bersumbar tentang perang besar dan memulai serangan hebat sejak beberapa hari lalu untuk memecah kepungan tentara Suriah yang sudah berlangsung sekian bulan.

Juru bicara Kemhan Rusia Igor Konashenkov menyatakan bahwa sebagian penduduk harus membayar uang sebesar 150,000 lira (US$ 300)/orang kepada kawanan bersenjata untuk dapat meninggalkan Aleppo timur. Menurutnya, sebanyak 12 orang telah keluar dari kawasan tersebut setelah membayar tarif tersebut.

Di bagian selatan Suriah, sumber-sumber yang dekat dengan pemerintah menyatakan sekira 50 teroris anggota Jabhat al-Nusra dan Ahrar al-Sham tewas ketika mereka berusaha menyerang dan lalu dilawan oleh pasukan pemerintah di Daraa Minggu malam lalu.

“Tentara berhasil menahan dan mematahkan sepenuhnya serangan dan membunuh lebih dari 50 orang bersenjata yang beberapa di antaranya berstatus komandan,” ungkap sumber itu kepada kantor berita Jerman, DPA.

Dijelaskan bahwa kawanan bersenjata terkena sergapan ketika berusaha maju di al-Kutaibah al-Mahjurah. Mereka diberondong peluru senapan otomatis ketika sedang bergerak maju.

Sementara itu, surat kabar Times terbitan Inggris mengutip keterangan sumber-sumber intelijen Barat bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin bermaksud melancarkan operasi militer besar-besaran di Aleppo timur pada pekan ini bersamaan dengan penyelenggaraan pemilu presiden Amerika Serikat. (mm/irna/raialyoum/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL