Israeli PoliceBaitul Maqdis, LiputanIslam.com – Tentara rezim Zionis Israel Kamis pagi (30/10) mengumumkan bahwa Masjid al-Aqsa ditutup bagi semua pengunjung, termasuk jamaah shalat, hingga pengumuman selanjutnya. Demikian dilaporkan situs berita Falastin al-Youm sembari menyebutkan bahwa tindakan Israel tersebut merupakan yang pertama kalinya sejak tahun 1967.

Sebelum pengumuman itu dipublikasikan, Israel sudah menutup semua pintu komplek Masjid al-Aqsa pada Rabu malam (29/10).

Beberapa jam sebelumnya, terjadi penembakan oleh seorang pria tak dikenal pengendara motor terhadap rabi ekstrim Yahudi, Yehuda Glick. Rabi dan aktivis Yahudi yang banyak terlibat dalam upaya pendudukan Masjid al-Aqsha oleh ekstrimis Yahudi Zionis ini menderita luka parah dan segera dilarikan ke rumah sakit. Dia ditembak di sekitar gedung Menachem Begin Heritage Center di Baitul Maqdis pada Rabu malam.

Israel menutup Masjid al-Aqsha dengan alasan demi mencegah konflik susulan.

Direktur Umum Bidang Bimbingan Kementerian Wakaf Palestina, Yusuf Farhat, Rabu kemarin mengatakan bahwa Masjid al-Aqsa selama Oktober 2014 telah mengalami aksi pelanggaran dari warga Zionis dan kelompok-kelompok ekstrimis Yahudi sebanyak 42 kali. Selain itu, sejauh ini Israel telah membuat 47 galian di sekitar Masjid al-Aqsa sebagai pendahuluan untuk mendirikan Kuil Sulaiman.

Israel juga bermaksud membagi lokasi dan waktu di Masjid al-Aqsa, sebagian untuk warga Yahudi dan sebagian untuk warga Muslim. Hal ini juga ditengarai sebagai pendahuluan kaum Zionis untuk menguasai Masjid al-Aqsa secara penuh.

Sejak peristiwa invasi militer Israel ke Jalur Gaza sampai sekarang rezim penjajah Palestina itu terlihat sangat intensif melancarkan tindakan provokatif di komplek Masjid al-Aqsha. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL