Gaza, LiputanIslam.com –  Badan Bantuan dan Pekerja PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) menyatakan bahwa kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza semakin memburuk.

Lembaga ini menjelaskan bahwa 80% penduduk Gaza bergantung pada bantuan kemanusiaan, dan kini kondisi kemanusiaan di wilayah itu kian parah akibat blokade darat, laut dan udara yang diterapkan oleh Rezim Zionis Israel sejak lebih dari 11 tahun silam, serta akibat perpecahan Palestina sendiri dan pembatasan pemerintah Mesir atas wilayah perbatasan negara ini dengan Jalur Gaza.

Menruut UNRAWA, Israel melanggar hukum internasional ketika menerapkan pembatasan dan ketentuan ekstra ketat terhadap pergerakan orang dan barang, dan pembatasan ini terus diterapkan dengan maksud melakukan hukuman massal, memberikan pengaruh negatif terhadap semua aspek kehidupan di Gaza, dan menggagalkan penegakan HAM.

Lembaga ini antara lain merinci bahwa warga Palestina di Gaza dikenai pemutusan listrik rata-rata 20 jam/hari, dan mereka perhari hanya mendapatkan air bersih sebanyak 72 liter/orang, padahal menurut ketentuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) setiap orang harus dapat menikmati air bersih minimal 100 liter/hari. (mm/paltimes)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*