Protesters march during a demonstration against potential strikes on the Syrian government, in Sanaa

Foto: Para simpatisan kelompok al-Houthi dalam sebuah unjuk rasa di Sanaa menentang potensi serangan militer Barat ke Suriah.

Sanaa, LiputanIslam.com – Unjuk rasa akbar yang belakangan ini berlangsung rusuh akibat represi aparat keamanan di Sanaa, ibu kota Yaman, dilaporkan telah menjatuhkan sekitar 100 korban tewas dan luka. Represi itu sendiri terjadi menyusul penolakan Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi terhadap inisiatif para kepala adat untuk mengatasi krisis di negara ini.

Sebagaimana dilaporkan Alalam Rabu kemarin (9/9), gerakan Ansar Allah atau yang lebih dikenal dengan sebutan kelompok al-Houthi yang menyerukan demonstrasi akbar di Yaman menuntut pemerintah bertanggungjawab atas atas setiap tetes darah yang tumpah. Sebelumnya, kelompok ini juga menuding pemerintah telah melibatkan kelompok-kelompok ekstrimis, termasuk al-Qaeda, untuk menumpas demonstran.

Laporan lain dari Rai al-Youm menyebutkan bahwa Rabu kemarin terjadi lagi beberapa kali konfrontasi antara tentara Yaman dan milisi Ansar Allah di pinggiran barat Sanaa sehingga ketegangan kian memuncak di kota ini dan wilayah sekitarnya.

Konfrontasi itu terjadi di kawasan al-Sahabah di sebuah jalan yang menghubungkan Sanaa dengan kota al-Hudaidah di pesisir Laut Merah, namun tidak tidak laporan mengenai korban yang mungkin jatuh dalam peristiwa tersebut. Di kawasan itu para pendukung kelompok Syiah al-Houthi mendirikan tenda-tenda untuk menggelar konsentrasi dan unjuk rasa anti pemerintah yang mereka nilai zalim dan korup.

Sedangkan di bagian selatan Sanaa, suasana mencekam menyusul bentrokan yang terjadi di kawasan al-Haziz di gerbang selatan kota ini setelah tentara Yaman mencegat mobil-mobil yang diklaim membawa senjata kelompok al-Houthi.

Di kawasan utara Sanaa juga dilaporkan telah terjadi proses penguatan persenjataan al-Houthi ke kawasan Hamdan dan sekitar bandara internasional Sanaa.

Sejak beberapa waktu lalu ratusan ribu pendukung al-Houthi menggelar unjuk rasa protes menuntut pemulihan subsidi dan pembubaran pemerintahan Presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi.

Dalam bentrokan yang terjadi Selasa lalu (9/9), tujuh demonstran tewas diterjang peluru aparat keamanan. Polisi Yaman menuduh massa saat itu berusaha menduduki kantor Perdana Menteri Yaman. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL