Amman, LiputanIslam.com – Unjuk rasa protes terhadap pemerintah Yordania yang digelar setiap malam sejak Rabu pekan lalu masih berlanjut di Amman, ibu kota negara ini, dan berbagai kota besar lainnya pada Selasa malam (5/6/2018), meskipun Hani al-Mulki sudah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Perdana Menteri.

Belum lama ini mantan Perdana Menteri Qatar mengungkapkan dugaannya bahwa gelombang protes itu terkait dengan tekanan terhadap Yordania agar menerima prakarsa damai Amerika Serikat (AS) untuk penyelesaian krisis Palestina-Israel.

Aksi protes terhadap rancangan undang-undang (RUU) pajak itu masih berlanjut meskipun raja negara ini, Abdullah II, sudah menyerukan dialog dan revinsi secara menyeluruh atas RUU ini.

AFP melaporkan bahwa sekira 1300 orang berkonsentrasi di kawasan al-Shimsani di pusat kota Amman sejauh beberapa ratus meter dari Kantor Perdana Menteri mulai Selasa malam sampai dini hari Rabu (6/6/2018), pukul 02.30 waktu setempat di tengah penerapan sistem keamanan ekstra ketat.

Massa pengunjuk rasa terdiri atas berbagai kalangan profesional, termasuk pengacara, apoteker, perawat, aktivis muda, serta anak-anak kecil dan lansia.

“Sampai sekarang persoalannya belum jelas, karena itu kami turun ke jalan,” ungkap salah seorang pengunjuk rasa yang berprofesi sebagai pengacara.

Dia menambahkan bahwa protes ini bukan hanya untuk pergantian menteri, melainkan juga untuk sesuatu yang lebih besar berupa revisi RUU pajak.

Mantan Perdana Menteri Qatar Hamad bin Jasim al-Thani mengatakan bahwa “negara-negara dekat” bisa jadi berada di balik gelombang aksi di Yordania untuk menekan negara ini agar menerima prakarsa damai Palestina-Israel yang diajukan Amerika Serikat (AS) dengan nama Deal of The Century.

Hal ini dia ungkapkan di halaman Twitternya, Senin lalu, dengan menuliskan, “Saya berharap apa yang terjadi di Yordania bukanlah rencana negara-negara dekat untuk menekan negara aman ini agar menerima Deal of The Century.”

Dia menambahkan, “Saya berharap bangsa Yordania melihat kerusakan di sekitarnya, percaya kepada raja, menegurnya sebagai sesepuh keluarga Yordania tapi harus menjaga entitas ini di tengah samudera yang bergelora ini.”

Deal of The Century diajukan oleh Presiden AS Donald Trump untuk menyelesaikan krisis Palestina-Israel tapi sembari menekan Palestina agar menanggalkan haknya, termasuk kedaulatannya atas kota Al-Quds (Yerussalem). (mm/rayalyoum/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*