demo anti saudi di yamanSanaa, LiputanIslam.com – Rakyat Yaman kembali turun ke jalan-jalan di ibu kota negara ini, Sanaa, menggelar unjuk rasa akbar mengutuk serangan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi terhadap Yaman yang sudah berjalan 10 hari.

Masyarakat dari berbagai kawasan kota ini berbondong-bondong berdatangan ke pusat kota tanpa mempedulikan berlanjutnya serangan Saudi dan sekutunya serta kemungkinan akan adanya serangan teroris takfiri. Hal itu sengaja mereka lakukan demi menunjukkan kepada kesolidan tekad dan resistensi mereka.

Sebagaimana dilansir Alalam, unjuk rasa itu menghasilkan komunike yang menegaskan bahwa rezim Riyadh sedang menjalankan instruksi Amerika Serikat (AS) sehingga alih-alih peduli kepada Palestina, Saudi malah menyerang Yaman.

“Permusuhan Saudi secara luar biasa terhadap Yaman merupakan bentuk pelayanan terhadap musuh-musuh umat Islam, khususnya Israel. Kami menolak agresi Saudi yang zalim dan mengumumkan mobilisasi umum untuk melawannya dengan segala sarana yang tersedia,” ungkap deklarasi tersebut.

Mereka juga menegaskan bahwa Saudi telah memperlihatkan keganasannya dengan menyerang sarana-sarana infrastruktur Yaman, dan karena itu rakyat Yaman pasti “menjelma menjadi letusan gunung api” bagi para agresor.

Banyak media Arab, terutama Saudi, selama ini gencar membangun opini bahwa lawan presiden Yaman tersingkir Abd Rabbuh Mansur Hadi yang beraliansi dengan Saudi cs adalah kelompok kecil pemberontak yang telah melakukan kudeta. Karena itu media-media tersebut selalu mengabaikan unjuk rasa akbar yang berulangkali digelar rakyat Yaman di Sanaa karena menunjukkan bahwa Hadi tidak memiliki basis kerakyatan.

Berbagai kelompok di Yaman belum lama ini juga menyerukan jihad melawan agresi Saudi. Mereka menyerukan kepada masyarakat supaya mengangkat senjata melawan Saudi dan sekutunya.

Saudi Serang Rumah Sakit

Laporan terbaru mengenai serangan koalisi pimpinan Saudi menyebutkan beberapa warga sipil tewas dan luka akibat serangan sebuah jet tempur Saudi ke rumah sakit di Universitas Sains dan Teknologi Sanaa.

Saudi dan beberapa negara Arab sekutunya, termasuk Mesir dan Sudan, melancarkan serangan udara ke Yaman sejak 26 Maret 2015 dengan ambisi mengembalikan kekuasaan di Yaman kepada Mansur Hadi dari tangan Ansarullah yang menguasai sebagian besar wilayah Yaman. Belakangan juga terbetik laporan bahwa militer AS juga terlibat langsung dalam serangan ke Yaman (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL