mesir syekh alawi aminKairo, LiputanIslam.com – Aksi militan Daulat Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Irak kembali mendapat kecaman dari para tokoh agama, cendikiawan dan jurnalis Mesir, termasuk Syekh Alawi Amin, ulama dan guru besar Universitas al-Azhar, demikian dilaporkan TV al-Alam Selasa (17/6/2014). Mereka menilai ada konspirasi besar terhadap Irak yang dilancarkan melalui ISIS, kelompok yang diasuh dan dibesarkan oleh dana sejumlah negara Timur Tengah.

Syekh Alawi Amin, salah satu ulama dan guru besar Universitas al-Azhar menilai aksi ISIS di Irak tidak lepas dari agenda Amerika Serikat (AS) dan Zionisme internasional. “AS berada di balik barisan ini, sedangkan Zionisme internasional menggerakkan mereka yang menamakan dirinya ISIS dan mengaku Islam, padahal Islam berlepas diri dari mereka sebagaimana serigala berlepas diri dari dosa anak-anak Nabi Ya’kub as,” ujar Syekh Alawi.

Seperti diketahui, ungkapan ini mengacu pada kisah pencampakan Nabi Yusuf as ke dalam sumur oleh saudara-saudaranya. Dalam kisah itu disebutkan bahwa ketika saudara-saudara Nabi Yusuf itu kembali kepada ayahnya, Nabi Ya’qub as,  mereka berbohong kepada Nabi Yabi Ya’qub bahwa Nabi Yusuf as hilang diterkam serigala.

Syekh Alawi Amin menambahkan, “Mereka bukan umat Islam, karena seandainya mereka memahami Islam maka mereka tidak akan berbuat sedemikian rupa. Mereka hanya meletakkan namaMuslim pada diri mereka, namun mereka sama sekali tidak memahami agama Islam yang hakiki.”
Ala Abu Zaid, anggota Sekretariat Jenderal Forum Arab dan Islam untuk Mendukung Opsi Resistensi (al-Tajammu’ al-Arabi wa al-Islami li Da’m al-Khiyar al-Muqawamah) menyatakan bahwa sudah bukan rahasia lagi negara-negara mana yang menyokong dan membesarkan ISIS.

“Para pendukungnya di Timur Tengah sudah masyhur. Merekalah yang memberi makan gerakan ini dan kelompok-kelompok semisalnya. Mereka sudah terkenal dan mereka adalah negara-negara regional Timur Tengah,” kata Abu Zaid.

Pengamat komunitas-komunitas Islam Mesir, Syekh Nabil Naem menyebut ISIS sebagai gerakan yang terdepak dari kalangan Ahlussunnah Waljamaah. “ISIS adalah gerakan yang tercampakkan dari mazhab Ahlussunnah Waljamaah. Gerakan ini juga bukanlah gerakan yang sedemikian besar sehingga memerlukan wilayah sedemikian luas (di Irak),” ujar Syekh Nabil yang juga mantan pemimpin dan pendiri sebuah organisasi jihadis.

Adanya agenda Zionis di balik gerakan ISIS juga diungkap oleh Nashwa al-Hofi, jurnalis perempuan terkenal Mesir. Dia mengatakan, “Konspirasi tidak akan selesai, konspirasi ini besar dan terencana matang sejak sekian tahun silam.”

Dia menambahkan, “ISIS adalah salah satu alat untuk menyukseskan agenda-agenda Zionis-AS untuk memorak porandakan dunia Arab.”

Al-Alam juga melansir pernyataan Ala Abu al-Azaeem, salah satu pemuka tarekat sufi Mesir. Dia mengatakan, “Mereka (ISIS) bekerja untuk kepentingan Israel. Kami tidak bodoh, mereka itu dibayar 1,000 USD setiap hari. Mereka itu orang-orang lapar. Seandainya saya mengatakan kepada mereka, ‘ambillah ini uang 1,000 USD, tapi bunuhlah ayahmu,’ niscaya mereka akan membunuhnya. Mereka adalah orang-orang yang tidak memiliki prinsip. Tidak ada orang seperti mereka. Mereka sama sekali bukan umat Islam.” (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL