AlQuds, LiputanIslam.com – Pasukan Sementara PBB di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL) mengkonfirmasi adanya terowongan dekat “garis biru” di perbatasan Lebanon-Israel (Palestina pendudukan 1948).

UNIFIL dalam siaran persnya yang dirilis melalui akun resminya di Twitter, Kamis (6/12/2018), menyebutkan: “Kepala UNIFIL Mayjen Stefano De Col bersama tim teknisi telah meninjau sebuah lokasi di utara Israel di mana Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah menemukan sebuah terowongan. UNIFIL dapat mengonfirmasi adanya terowongan di lokasi itu.”

Tanpa menyebutkan soal penggalian terowongan, pasukan penjaga perdamaian di Lebanon itu menyebutkan bahwa “penting sekali penetapan gambaran yang utuh untuk peristiwa berbahaya ini”, dan akan menyerahkan data-data yang dimilikinya mengenai terowongan ini kepada pemerintah Lebanon.

Sebelumnya, ketika UNIFIL mengunjungi wilayah perbatasan IDF mendesaknya agar “menetralkan” terowongan Hizbullah di sisi Lebanon dari perbatasan Israel.

Komandan utara Israel Mayjen Yoel Strik memberikan kepada Del Col informasi  tentang apa yang disebutnya terowongan kedua yang digali Hezbollah dari desa Ramya menuju wilayah Israel.

Strik meminta Del Col menghancurkan terowongan itu dan yang lainnya. Dia juga memberikan kepadanya informasi  mengenai operasi IDF yang diluncurkan Israel pada minggu ini untuk menghancurkan terowongan Hizbullah.

Sejauh ini Israel mengklaim telah menemukan dua terowongan, dan Strik menyebut pemerintah Libanon dan UNIFIL yang bertanggung jawab atas pembangunan terowongan. (mm/rt/jerussalempost)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*