serangan udara saudi ke yamanNewyork, LiputanIslam.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) angkat bicara mengutuk kasus pembantaian Arab Saudi terhadap ratusan warga sipil Yaman yang terjadi Selasa lalu (14/3).

Lembaga Dana Anak PBB (UNICEF) dalam siaran persnya menyatakan Saudi telah melancarkan serangan udara terhadap sebuah pasar di provinsi Hajja hingga menjatuhkan korban tewas sebanyak 119 orang, 22 di antaranya anak kecil, dan 47 korban luka.

“Kami sangat menyayangkan serangan mematikan di pasar Al-Khamees di distrik Mastaba, provinsi Hajjah, “kecam UNICEF, sebagaimana dilansir Middle East Eye, Kamis (17/3).

Disebutkan pula bahwa jumlah korban ini adalah yang terbesar sejak pasukan koalisi pimpinan Saudi melancarkan serangan ke Yaman untuk mendukung kubu presiden tersingkir Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi melawan milisi Houthi dan sekutunya sejak Maret tahun lalu.

Juru bicara UNICEF mengatakan bahwa jumlah itu masih merupakan data awal dan penyelidikan masih terus dilakukan, sementara petugas kesehatan di Hajja mengatakan bahwa para korban serangan itu adalah warga sipil, meskipun ada sumber suku mengatakan bahwa di antara para korban terdapat sekitar 30 pejuang Houthi.

Juru bicara pasukan koalisi mengakui pihaknya telah melancarkan serangan ke area tersebut, namun targetnya adalah “perkumpulan milisi yang melakukan jual beli qat”. Qat adalah narkotika ringan yang banyak dikonsumsi di semua penjuru Yaman.

Sekjen PBB Ban Ki-Moon Rabu lalu (16/3) juga telah mengutuk serangan tersebut dan menuntut supaya kasus itu diselidiki.

“Ini adalah salah satu serangan yang paling mematikan – dilaporkan telah membunuh dan melukai sejumlah warga sipil, termasuk perempuan dan anak kecil- sejak awal konflik,” katanya.

Pelanggaran Hukum Kemanusian

Berbagai kelompok peduli HAM sudah berulangkali mendesak pasukan koalisi pimpinan Saudi supaya menghindari serangan yang menyebabkan jatuhnya korban sipil.

Bulan lalu, lembaga Pengawas HAM (HRW) mengutuk pasukan koalisi karena telah menggunakan bom kluster yang disuplai oleh Amerika Serikat.
Pada November tahun lalu, lembaga yang bermarkas di New York ini memperkirakan sebanyak 2,500 warga sipil terbunuh akibat serangan pasukan koalisi yang dimulai pada Maret 2015.

Tim ahli PBB mengatakan pasukan koalisi telah melakukan 119 serangan mendadak yang melanggar hukum kemanusiaan, dan karena itu tim ini menyerukan penyelidikan internasional. (Baca: Perubahan Sikap Barat dan Kerunyaman Arab Saudi Dalam Perang Yaman)  (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL