Mohammad Issa, 12 tahun, korban pembunuhan sadis kelompok pemberontak Suriah

Damaskus, LiputanIslam.com – Lembaga Dana Anak-Anak PBB (Unicef) mengutuk penggorokan bocah kecil Palestina, Abdullah Issa, 12 tahun, di depan kamera oleh kelompok bersenjata Suriah Gerakan Nour el-Din al-Zinki di Aleppo, Suriah, dan mengecam serangan udara pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) yang menewaskan lebih dari 20 anak kecil di Manbij, Suriah.

Sebagaimana dilansir situs UN News Centre, Jumat (21/7/2016), Unicef dalam kecaman tersebut menyerukan supaya kekerasan terhadap anak kecil di Suriah segera diakhiri, dan mendesak semua pihak yang berkonflik di sana supaya berupaya menghindari hilangnya nyawa warga sipil.

Unicef memperkirakan sebanyak 35.000 anak kecil terjebak di Manbij dan sekitarnya, di daerah pedesaan timur provinsi Aleppo. Selain itu, akibat intensitas pertempuran dalam enam minggu terakhir, sekitar 2.300 orang, termasuk puluhan anak kecil, dilaporkan tewas.

“Sama sekali tak ada alasan untuk membenarkan serangan terhadap anak kecil, tak peduli mereka berada di mana atau di bawah kontrol siapa mereka hidup ” kata wakil Unicef di Suriah Hanna Singer.

Sementara itu, kantor berita Palestina Wafa melaporkan bahwa Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) menyerukan kepada khalayak internasional supaya menghukum pelaku pembunuhan sadis terhadap Abdullah Issa, pengungsi Palestina yang tinggal di kawasan Handarat, Aleppo. (Baca: Sadis, Pemberontak “Moderat” Suriah Gorok Anak Kecil Palestina )

Tokoh PLO yang menjadi ketua perunding Palestina Saeb Erekat menyebut pembunuhan sadits itu “tindakan pengecut dan kejam yang dilakukan oleh gerakan teroris Nour al-Din al-Zinki.”

Dia menambahkan, “Selama satu abad, rakyat Palestina menghadapi segala macam aksi pembersihan etnis dan berulangkali menjadi pengungsi akibat rezim pendudukan, Israel. Sudah saatnya bagi dunia untuk berbicara dan mengambil langkah-langkah untuk mengakhiri tindakan teroris terhadap rakyat kami.”

Anwar Abdul Hadi, kepala departemen politik di kantor PLO di Damaskus menyatakan Mohammad Issa diculik dari rumah sakit.
“Ini adalah kejahatan keji yang dilakukan oleh kelompok teroris terhadap seorang anak yang menderita talasemia dan diculik dari rumah sakit,” katanya.

Erekat dan Abdul Hadi menegaskan bahwa pembunuhan Issa tak ubahnya dengan pembunuhan Mohammad Abu Khudeir, anak kecil Palestina yang dibakar hidup-hidup oleh imigran Zionis di Baitul Maqdis, dan pembunuhan Mohammad al-Durrah, anak kecil Palestina yang gugur ditembak pasukan Zionis di Jalur Gaza.

Laporan lain dari al-Watan menyebutkan bahwa Kelompok Kerja untuk Palestina-Suriah juga mengutuk aksi bejat tersebut dan menyerukan semua kelompok oposisi bersenjata Suriah supaya menyelidiki kasus tersebut dan menghukum para pelakunya.

Lembaga Observatorium Suriah untuk HAM memastikan pelakunya adalah kelompok Nour al-Din al-Zinki, salah satu kelompok pemberontak Suriah yang dianggap moderat oleh AS dan mendapat dukungan dana dan senjata dari AS melalui Turki.

Kelompok itu mengklaim Issa sebagai anggota Brigade al-Quds, milisi Palestina yang ikut berperang membantu pasukan pemerintah Suriah, namun Brigade al-Quds menyangkal klaim tersebut. (mm)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL