lebanon-syeikh-maher-hammoudSidon,LiputanIslam.com  Ulama besar Ahlusssunnah Lebanon Syeikh Maher Hammoud dalam khutbah Jumat (16/9/2016) mengecam propaganda Arab Saudi terhadap Iran dan para pengikut mazhab Syiah. Dia menilai statemen Mufti Besar Arab Saudi Syeikh Abdul Aziz al-Sheikh mengenai Iran dan Syiah sebagai pernyataan bodoh.

Dia mengatakan ada tokoh-tokoh tertentu yang berbicara penuh kontradiksi atas nama Islam dan menghakimi orang lain apakah dia Islam atau tidak, padahal tindakan menghakimi demikian  adalah hak  Allah, bukan orang-orang yang mengaku Islam dan berilmu.

“Pernyataan Mufti Saudi tentang Syiah dan Iran serta tindakannya menyerupakan mereka dengan Majusi telah menimbulkan banyak reaksi karena pernyataan ini menunjukkan kebodohan dan kedunguan,” katanya, seperti dilansir el-Nashra.

Imam Masjid al-Quds, Sidon, Lebanon, ini menambahkan bahwa  Syeikh Abdul Aziz al-Sheikh tak jadi berkhutbah di Arafah pada ibadah haji yang baru saja usai adalah akibat reaksi tersebut karena dia dikuatirkan akan berbicara seperti itu lagi pada even dan momen yang sangat sakral dan dihadiri oleh para jemaah haji dari berbagai penjuru dunia.

“Kami memandang bahwa dia telah disingkirkan dari khutbah di Arafah, dan kemudian  Amirul Hajj Khalied al-Faisal menyampaikan pertanyaan dalam konferensi pers utama jelas bahwa penyingkiran itu merupakan reaksi terhadap sikap tersebut,” ujar Hammoud.

Bebarapa waktu lalu, Rai al-Youm mengutip sumber-sumber media Arab Saudi menyebutkan bahwa al-Syeikh tak jadi berkhutbah di Arafah kemungkinan karena ada imbauan dari Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud dan terkait dengan pernyataan al-Sheikh mengenai Iran tersebut.

Lebih lanjut  Syeikh Maher Hammoud menepis propaganda anti Iran yang beredar belakangan ini bahwa ibadah haji tahun ini telah berlanjung aman karena tidak adanya jamaah haji Iran dan Yaman.

“Pernyataannya bahwa musim haji tahun ini sukses memang benar, dari segi keamanan tidak terjadi insiden, tapi kesuksesan ini bukan karena ada boikot dari orang-orang Iran, Suriah dan Yaman.  Haji haruslah dapat mempertemukan umat Islam dan menyatukan barisan mereka, meskipun barang beberapa hari saja,” katanya.

Rai al-Youm melaporkan bahwa belakangan ini orang-orang Saudi ramai-ramai membuat pernyataan di medsos bahwa ibadah haji tahun ini aman karena absennya jamaah haji Iran. Mereka membuat hashtag “keberhasilan musim haji 1437” yang kemudian juga dibesar-besarkan oleh media Saudi. (mm)

(mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL