الدافع لنبش قبور الاولياء نفسه الدافع لقتل الابرياءBaghdad, LiputanIslam.com – Ketua Lembaga Jamaah Ulama (Sunni) Irak, Syeikh Khaled al-Mala, menegaskan bahwa krisis keamanan dan maraknya kekerasan yang melanda Irak dipicu bukan oleh sektarianisme Sunni dan Syiah Irak, melainkan semata-mata akibat adanya ulah kelompok radikal dan teroris yang mengatasnamakan Islam dan sama-sama ditolak oleh kalangan Syiah maupun Sunni di Irak.

Pakar ilmu tafsir kelahiran Basrah, Irak selatan, itu  mengingatkan bahwa para ulama terkemuka Syiah di Irak mengeluarkan fatwa angkat senjata kepada para pengikutnya bukan ketika kaum Syiah menjadi korban keganasan kawanan ekstrimis pemuja kekerasan (kelompok Negara Islam Irak dan Suriah/ISIS) hingga jatuh banyak korban di kalangan Syiah, melainkan justru ketika ada kota Sunni yang jatuh ke tangan kawanan bersenjata yang disebutnya sebagai para penjahat najis tersebut.

“Setengah juta orang Syiah dibantai secara massal, tapi ulama panutan (marji’) Syiah tidak mengeluarkan fatwa jihad, atau fatwa perlawanan, atau fatwa angkat senjata terhadap pihak manapun,” ujarnya dalam sebuah dialog TV al-Mayadeen.

Dia menambahkan, “Majelis-majelis Husainiyyah dan masjid-masjid mereka dihancurkan, makam Imam Ali Hadi dan makam Imam Hasan al-Askari dibom, dan Negara Islam Irak pimpinan Abu Musa al-Zarqawipun menyatakan bertanggungjawab atas serangan itu, kemudian orang Tunisia dan kelompoknya itu ditangkap atas pemboman makam tersebut, dan pembantaian di Irak terhadap kelompok ini terus berlangsung, tapi para ulama Syiah tidak mengeluarkan pernyataan apapun.”

Dia lantas menjelaskan bahwa ulama terkemuka Syiah (Ayatollah Ali al-Sistani) angkat bicara dan mengeluarkan fatwa jihad justru ketika kota Mosul yang mayoritas penduduknya Sunni jatuh ke tangan ekstrimis bersenjata, dan fatwa itu keluar lebih dengan semangat moral kebangsaan, bukan semangat partisan, sehingga fatwa jihad melawan ISIS itu mendapat sambutan dari semua warga dan suku Syiah maupun Sunni, termasuk di Hadithah, Qaim, Fallujah dan Baghdad.

“Sekarang,” katanya saat menyinggung keganasan ISIS, “kaum wanita Mosul diperkosa, gereja-gereja dihancurkan, para ulama yang menentang perilaku para penjahat najis dan pelaku perusakan di muka bumi itu dibunuhi.”

Rekaman video beserta subtitel bahasa Indonesianya dapat disaksikan di sini: http://www.youtube.com/watch?v=cjaql9A5-m4&feature=youtu.be
(mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL