abdollah mutlak saudiRiyadh, LiputanIslam.com – Penasehat Kerajaan dan anggota Dewan Ulama Senior Arab Saudi, Syekh Abdullah al-Mutlak menyatakan bahwa jihad tidak selalu dikehendaki, dan Islam tidak mengajarkan pembunuhan, peledakan dan pemenggalan kepala. “Jihad bukanlah perkara yang selalu dikehendaki…Orang yang bertindak berdasar inisiatif sendiri telah mendorong negaranya kepada benturan dan kegagalan,” ungkap Abdullah dalam sebuah acara televisi Saudi, Rabu (02/04).

Dia menambahkan, “Islam tidak membenarkan aksi pembunuhan, peledakan, pemenggalan kepala, dan Rasulullah saw telah memberikan teladan yang menekankan bahwa kesabaran menghadapi gangguan terkadang justru merupakan salah satu bentuk jihad.”

Syekh Abdullah al-Mutlak kemudian menjelaskan keragaman visi jihad sesuai perbedaan realitas antarnegara Islam. “Visi jihad,” ujarnya, “beraneka ragam sesuai realitas negara Islam, sehingga setiap pemerintah dapat menjaga maslahatnya, dan masing-masing juga memiliki hubungan, kepentingan dan ekspektasi keamanan dan pertahanan yang relevan dengan kondisinya. Tanggungjawab setiap pemerintah hanya terbatas pada negaranya sendiri, dan dapat menjangkau negara-negara lain hanya dalam bingkai kerjasama dan solidaritas semata.”

Mengenai akumulasi problematika kehidupan dan pergesekan kepentingan antarnegara dan masyarakat, Syekh al-Mutlak menyatakan bahwa keputusan hendaknya diserahkan kepada “wali amr” (kepala negara/pemerintah) dan bukan kepada pihak lain. Sebab, lanjut dia, wali amr-lah yang lebih mengetahui maslahat berdasar data-data, informasi dan evaluasi politik dalam dan luar negeri.

Menurut dia, wali amr sendiri dapat membuat pertimbangan yang matang mengenai maslahat umat. Sedangkan orang-orang yang bertindak berdasar inisiatif pribadi hasilnya hanya akan membawa negara dan masyarakat mereka kepada benturan dan terkadang bahkan kepada kekandasan. (mm/gateahram/elfagr)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL