mahmud muhanna al-azharKairo, LiputanIslam.com – Anggota Dewan Ulama Senior Universitas al-Azhar, Mesir, Syekh. Dr. Mahmoud Muhanna menegaskan bahwa kelompok Daulat Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah mencoreng citra Ahlussunnah dan karena itu jelas tidak merepresentasikan umat Islam Ahlussunnah.

“ISIS tidak mewakili Ahlussunnah karena mazhab Ahlussunnah tidak melanggarkan hal-hal yang diharamkan Allah dan tidak menganiaya orang-orang yang tak berdosa, apalagi umat Islam sendiri, sedangkan ISIS menghalalkan dan melakukan penumpahan darah orang-orang Islam dan non-Muslim,” ujar Muhanna, sebagaimana dilansir FNA Ahad (6/7/2014).

Dia menambahkan, “ISIS sangat mencoreng citra Ahlussunnah, sangat melecehkan Islam, dan memperkenalkan Islam sebagai agama main-main, sia-sia, pembunuhan dan pembantaian orang lain, sebab seorang Muslim tidak akan membunuh Muslim lainnya, dan hanya berperang dengan non-Muslim apabila pihak lawan memulai perang.”

Penasehat rektor al-Azhar itu mengingatkan, “ISIS telah sedemikian rupa menampilkan Islam kepada khalayak dunia sehingga sekarang semua orang memandang Islam sebagai agama perang, pelanggaran dan agresi, agama di mana Muslim saling bunuh.”

Menurut Muhanna, semua ini adalah hasil persekongkalan Barat, termasuk Amerika Serikat, Perancis, dan sebagian negara regional Timur Tengah yang menjadi sekutu mereka dengan tujuan mengobarkan perang dan huru-hara di kawasan ini, termasuk Mesir.

“Kapanpun, Islam tidak pernah menghendaki kita mendirikan kekhalifahan Islam dengan ciri khas antara lain penumpahan darah. Dalam hal ini kami mengutuk penumpahan darah orang-orang Syiah oleh ISIS,” pungkasnya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL