Karbala, LiputanIslam.com –   Ulama paling berpengaruh di Irak  Grand Ayatullah Sayyid Ali al-Sistani mengingatkan bahwa pemecah belahan Irak akan berdampak pada campurtangan regional dan global. Karena itu dia menyerukan kepada semua pihak di Irak agar konsisten kepada konstitusi yang berlaku di Negeri 1001 Malam ini dalam menyelesaikan segala persoalan.

Ahmad al-Shafi, orang kepercayaan Sayyid Ali al-Sistani dalam khutbah Jumat (29/9/2017) di depan ribuan jemaah di area makam Imam Husian ra, cucunda Nabi Muhammad SAW, di Karbala, Irak, menyatakan, “Kami menyerukan kepada semua pihak agar konsisten sepenuhnya kepada konstitusi Irak, dan melimpahkan perkara yang sulit kepada mahmakah tinggi federal sesuai konstitusi.”

Dia menambahkan, “Kami mengingatkan bahwa menempuh segala tindakan menuju disintegrasi dan memandangnya sebagai sesuatu yang realistis akan menimbulkan akibat-akibat yang tak terpuji, mengusik kehidupan Kurdi, dan bahkan menyebabkan bahaya yang lebih parah serta membuka kesempatan bagi intervensi regional dan internasional terhadap urusan Irak.”

Dia kemudian menegaskan bahwa otoritas tinggi keagamaan di Irak senantiasa menegaskan keharusan memelihara kesatuan wilayah dan bangsa Irak, dan sedapat mungkin akan berusaha mencampakkan sektarianisme dan rasisme dan mewujudkan persamaan dan keseteraan antarsesama warga Irak dengan semua entitas dan golongannya.

“Setelah melewati ujian ISIS, Irak sekarang menghadapi ujian baru yang menginginkan pemecahan Irak, dan pemutusan wilayah utaranya dengan pendirian negara merdeka,” lanjut al-Shafi.

Seperti diketahui, 25 September lalu telah berlangsung referendum disintegrasi wilayah Kurdistan dari Irak meskipun mendapat kecaman keras dari berbagai pihak di dalam dan luar negeri Irak. Berbagai pihak, termasuk Inggris, juga telah menyatakan menolak mengakui hasil referendum yang menyetujui disintegrasi Kurdistan ini. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL