Ankara, LiputanIslam.com –  Presiden Tukri Recep Tayyop Erdogan, Minggu (16/4/2017), menyerukan kepada berbagai negara dan lembaga di dunia agar menghormati hasil referendum amandemen konstitusi yang memberikan kewenangan lebih besar kepada presiden. Seruan ini dikemukakan Erdogan setelah kampanye yang diwarnai ketegangan dalam  hubungan Turki dengan negara-negara Eropa.

“Kami menginginkan negara-negara dan lembaga-lembaga lain menghormati keputusan rakyat,” harapnya. Dia meminta kepada negara-negara sekutu Baratnya agar memahami “sensibilitas” Turki dalam “perang melawan teroris.”

Perdana Menteri Turki Binali Yelderim di hari yang sama mengumumkan kemenangan sementara pendukung perluasan kewenangan Presiden Erdogan, meskipun pihak oposisi mempersoalkan kejujuran hasil referendum.

“Warga negaraku yang mulia, hasil-hasil informal menunjukkan bahwa referendum untuk penerapan sistem presidensial telah mendapat anugerah kemenangan… Dengan pemberian suara ini maka telah terbuka lembaran baru dalam demokrasi kita. Tak ada yang rugi dalam referendum ini. Yang beruntung adalah Turki… Sekarang  tiba saat untuk solidaritas dan persatuan, dan untuk kita semua menjadi bangsa Turki,” ungkapnya.

Amandemen konstitusi yang direferendumkan pada hari Minggu kemarin ini mencanangkan pelimpahan kewenangan eksekutif kepada presiden dan penghapusan jabatan perdana menteri,  serta memungkinkan Erdogan untuk tetap berkuasa sampai tahun 2029.

Sebelumnya di hari yang sama dua partai oposisi Turki menyatakan pemerintah Turki bermain-main dengan hasil referedum. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL