menlu-turki-mevlut-cavusogluAnkara, LiputanIslam.com –   Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Chavusoglu, Selasa (20/12/2016), memberitahu sejawatnya di Amerika Serikat (AS), John Kerry, via telefon bahwa para loyalis agamawan Turki Fethullah Gulen terlibat dalam kasus pembunuhan Dubes  Rusia untuk Turki, Andrei Karlov.

“Turki dan Rusia sama-sama mengetahui siapa di balik serangan terhadap Dubes Rusia di Ankara, Andrei Karlov. Dia adalah FETO,” kata Chavusoglu dalam percakapan telefon itu. FETO adalah singkatan dari bahasa Turki “Fetullahci Teror Orgutu” yang berarti Kelompok Teror Gulenis.

Seperti pernah diberitakan, Karlov dihujani berapa butir peluru hingga tewas oleh seorang anggota polisi Turki ketika berpidato pada pembukaan pameran foto di Ankara, Senin malam (19/12/2016). (Baca: Diduga Buntut Perang Aleppo, Dubes Rusia Ditembak Mati di Turki)

Walikota Ankara Melih Gokcek menyatakan pembunuhan itu dilakukan oleh seorang polisi bernama Mevlut Mert Altintas, 22 tahun, dengan tujuan merusak proses pendekatan hubungan Turki dengan Rusia yang terjadi belakangan ini setelah sempat sekian bulan memburuk.

Di pihak lain, Gulen sendiri yang tinggal di AS sejak 1990-an justru mengaku “terpukul dan sedih sekali” atas pembunuhan Dubes Rusia.

“Saya mengutuk sekeras-kerasnya aksi teror keji ini,” ungkapnya dalam statemen yang dirilis sebelum dituduh oleh Menlu Turki.

Gulen semula adalah sekutu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, tapi kemudian menjadi musuh besar Erdogan, dan dituding oleh pemerintah Turki berada di balik upaya kudeta gagal di Istanbul pada pertengahan Juli lalu.

Turki berulangkali mendasak AS supaya mengekstradisi Gulen, tapi pemerintah AS melimpahkan masalah ini kepada keputusan pengadilan AS. (mm/anadolu/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL