putin rusia-turkiBrussel, LiputanIslam.com – Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu Senin (31/11) menolak desakan Moskow supaya Turki memintaa maaf kepada Rusia terkait penembak jatuhan jet bomber Su-24 Rusia oleh angkatan udara Turki di dekat perbatasan Turki-Suriah pekan lalu. Dia balik mendesak Kremlin supaya mempertimbangkan kembali sanksi ekonominya terhadap Turki.

“Siapun perdana menteri, atau presiden atau otoritas Turki tidak akan meminta maaf… Negara manapun tidak dapat menuntut kami meminta maaf, sebab kami tidak melakukan apapun kecuali kewajiban kami, yakni membela wilayah udara dan perbatasan kami,” katanya usai mengadakan pertemuan dengan Sekjen Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jens Stoltenberg di Brussel, Belgia, seperti dilaporkan AFP.

Mengenai sanksi ekonomi Rusia terhadap Turki dia mengatakan, “Kami berharap Rusia mempertimbangkan kembali, sebab ini berseberangan dengan kepentingan kita bersama.”

Dia menambahkan, “Kami siap berdialog dengan Rusia melalui kanal diplomatik dan militer. Kami tidak memiliki niat untuk membuat ketegangan.”

Di pihak lain, Kremlin di hari yang sama menegaskan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin tidak akan mengadakan pertemuan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di sela-sela konferensi internasional mengenai iklim di Paris, meskipun Erdogan meminta supaya pertemuan itu diadakan.

Laporan terbaru yang dikutip IRNA dari media Rusia menyebutkan bahwa Putin menuding Turki menembak jet bomber Rusia demi menjaga jalur penyelundupan minyak.

“Turki menembak jatuh jet Su-24 Rusia demi mempertahankan jalur penyelundupan minyak dari Suriah,” ungkap Putin dalam jumpa pers di Paris.

Dia juga menegaskan dukungan negaranya kepada pembentukan koalisi besar internasional untuk penumpasan terorisme.
Namun, lanjutnya, tujuan ini tidak akan tercapai selagi sebagian organisasi teroris masih digunakan untuk meraih tujuan-tujuan politis dan selama resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB yang melarang pembelian minyak dan barang-barang kesenian dari para teroris tidak diterapkan.

“Kami memiliki data-data yang menunjukkan penyerahan minyak yang diproduksi ISIS di berbagai kawasan pendudukan di Suriah kepada Turki,” tandasnya.

Menurutnya, membela orang-orang Turkmen hanyalah dalih Turki belaka.

“Kami memiliki alasan-alasan yang cukup untuk menyatakan bahwa keputusan penembakan pesawat militer Rusia di Suriah adalah untuk mempertahankan jalur penyelundupan minyak ke Turki,” katanya.

Berbagai media Rusia belakangan ini ramai memuat laporan-laporan mengenai transaksi minyak Turki dengan kelompok teroris ISIS. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL