penangkapan di turkiAnkara, LiputanIslam.com – Gelombang aksi penangkapan terus berlanjut di Turki, menyusul upaya kudeta gagal yang disebut-sebut dilancarkan oleh kalangan Gulenis, yaitu para simpatisan Fethullah Gulen yang tinggal di Amerika Serikat.

Kali ini dilaporkan bahwa negara ini telah merilis surat penahanan 300 pasukan pengawal presiden, dan setidak 283 orang sudah ditahan dan digelandang ke Departemen Kepolisian Ankara. Demikian dilaporkan Daily Sabah, Jumat (23/7).

Disebutkan pula bahwa pemerintah Turki membatalkan sebanyak 10.856 paspor “karena risiko penerbangan, termasuk hampir 10.000 paspor hijau /abu-abu (resmi) “, baik yang pemiliknya sudah ditahan maupun yang masih dalam proses penahanan.

Turki mulai melakukan restrukturisasi lembaga negara dan menangguhkan banyak tugasnya karena diduga terkait dengan kudeta yang gagal.

Pada tanggal 15 Juli, sekelompok kecil militer yang disebut-sebut terafiliasi dengan dengan “Organisasi Teror Gulenis (Feto)” berusaha menggulingkan pemerintah Turki dan menerapkan status darurat militer.

Upaya itu berhasil dilumpuhkan oleh pasukan militer dan polisi yang loyal kepada pemerintah serta turunnya rakyat Turki pro-demokrasi ke jalanan. Insiden ini menjatuhkan korban tewas 246 orang yang sebagian besarnya adalah warga sipil yang terbunuh di tangan para pelaku kudeta, serta menjatuhkan korban luka 2.000.

Menurut Daily Sabah, partai oposisi Turki ini bersatu mengutuk dan melawan upaya kudeta serta menegaskan tekad mereka untuk melestarikan demokrasi dan supremasi hukum di Turki. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL