Davos, LiputanIslam.com –  Deputi Perdana Menteri Turki Mehmet Şimşek dalam pertemuan  Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss, Jumat (20/1/2017), menyatakan negaranya sudah tidak akan bersikeras lagi untuk “penyelesaian Suriah tanpa Bashar al-Assad.”

Şimşek yang mewakili Turki dalam berbagai pertemuan WEF  pada pertemuan bertema “Irak dan Suriah: Penuntasan Konflik” di Davos mengatakan bahwa krisis Suriah perlu disikapi secara realistis dan implementatif.

“Turki tak dapat bersikeras dengan penyelesaian tanpa Bashar al-Assad dalam krisis Suriah yang berkelanjutan sejak 2011. (Kebersikerasan) ini tidak akan realitis,” katanya.

Pemerintah Ankara selama ini, terutama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan secara pribadi, menyatakan bahwa syarat pertama penyelesaian krisis Suriah ialah menyingkirnya Bashar al-Assad.

Mengenai perundingan damai Suriah di Astana, Kazakhstan, yang akan diselenggarakan Senin (23/1/2017), dengan kerjasama Rusia, Iran dan Turki,  Şimşek menyatakan negaranya sangat berharap pada konferensi ini, namun sampai sekarang belum jelas siapa yang akan mewakili Turki dalam perundingan ini karena masih perlu melihat taraf partisipasi negara-negara lain.

Sementara itu, Presiden al-Assad sendiri dalam wawancara dengan TBS milik Jepang mengatakan bahwa penegakan gencatan senjata merupakan tema yang diprioritaskan dalam agenda perundingan di Astana.

“Kami berharap akan terbentuk podium untuk perundingan antarkelompok Suriah mengenai segala sesuatu, tapi saya yakin bahwa yang akan diutamakan ialah pencapaian gencatan senjata,” tuturnya.

Dia juga menegaskan bahwa dalam agenda negaranya tidak ada istilah pemerintahan transisional. (mm/irna/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL