pangkalan udara turkiWashington, LiputanIslam.com – Pemerintah Turki akhirnya menyetujui pangkalan udaranya, terutama pangkalan Incirlik, digunakan Amerika Serikat (AS) untuk menyerang pasukan organisasi teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Demikian dikatakan oleh seorang pejabat Kementerian Pertahanan AS, sebagaimana dilansir AFP, Senin (13/10) .

Petinggi militer AS yang meminta tidak disebutkan identitasnya itu mengatakan kepada AFP, “Rincian mengenai penggunaan pangkalan-pangkalan udara Turki masih dipelajari.”

Laporan lain dari The Daily Beast menyebutkan bahwa Penasehat Keamanan Nasional AS Susan Rice mengatakan pihaknya menyambut baik perjanjian baru yang meliputi wilayah terotorial Turki dan penggunaan pangkatan udara Incirlik di bagian selatan negara ini, termasuk untuk “melatih pasukan oposisi moderat Suriah” dan “keterlibatan dalam aktivitas di Irak dan Suriah”.

Turki belakangan mendapat tekanan supaya membantu pasukan koalisi internasional anti ISIS ketika kota strategis Kobani di bagian utara Suriah dekat perbatasan Turki berada di ambang kejatuhan ke tangan ISIS. Namun pemerintah Turki yang tak pernah akur dengan milisi Kurdi tetap enggan terlibat dan bahkan terkesan berharap kota itu jatuh ke tangan ISIS.

Menurut laporan IRNA, pasukan udara AS sebenarnya sudah lama mengakses pangkalan udara Incirlik dan bahkan telah menempatkan sekitar 1,500 personilnya di sana. Namun demikian, lanjut IRNA, serangan udara AS terhadap posisi-posisi ISIS sejauh ini dilancarkan hanya melalui pangkalan di Uni Emirat Arab, Kuwait dan Qatar.

ISIS sendiri sebenarnya adalah organisasi teroris yang membesar dan kuat berkat dukungan dana dan senjata dari Barat, terutama AS, dan beberapa negara Arab sekutunya. Bantuan itu mereka berikan dengan harapan ISIS menjadi kekuatan yang efektif untuk menggulingkan pemerintahan Bashar al-Assad di Suriah.

Namun demikian, karena belakangan ISIS kalah dan terusir dari banyak kota di Suriah dan kemudian melakukan berbagai tindakan di luar kendali hingga bahkan mengancam kepentingan AS, Washington dan para sekutunya lantas membentuk koalisi untuk memerangi atau lebih tepatnya mengendalikan ISIS sambil berusaha memperkuat kubu oposisi Suriah. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL