militan-suriah-di-aleppoGaziantep, LiputanIslam.com –   Para pemimpin sebagian besar kelompok pemberontak Suriah yang meninggalkan Aleppo timur mengadakan pembicaraan intensif di kota Idlib, Suriah, atas permintaan para petinggi intelijen Turki.

“Pejabat tinggi Kementerian Intelijen Turki meminta kehadiran delegasi koalisi Suriah untuk membahas kondisi kelompok-kelompok ini setelah mereka pindah ke kota perbatasan Idlib,” ungkap sumber yang dekat kelompok oposisi Suriah di kota Gaziatep, Turki, kepada media independen Suriah, Aranews, Minggu (18/12/2016).

Dia menambahkan, “Turki bermaksud mengorganisir lagi kelompok-kelompok ini, menyiapkannya untuk tahap yang akan datang, dan menggabungkannya dengan Pasukan Perisai Furat.”

Menurutnya, sudah dimulai pembicaraan serius di antara 15 kelompok bersenjata untuk mendirikan front baru dengan nama “Dewan Islam Suriah” yang bermarkas di Idlib, dan bahkan daftar nama para pemimpinnya sudah jelas untuk memegang komando dewan ini.

Idlib merupakan satu-satunya provinsi di Suriah yang masih sepenuhnya dikuasai oleh kubu oposisi Suriah. Dua distrik al-Fu’ah dan Kafriya yang penduduknya mendukung pemerintah Suriah sehingga dikepung oleh kawanan bersenjata terletak di provinsi ini. (Baca: Teroris di Suriah Serang 20 Bus Evakuasi  )

Abu Ammar Tiftaz, Mohammad al-Julani, Taufik, Abu Muhamamd al-Kurdistani, dan beberapa tokoh lain pemberontak Suriah telah mencapai suatu kesepakatan lalu mengumpulkan pasukan masing-masing di Idlib. Rencananya, Abu Ammar akan menjabat komandan umum Dewan Islam Suriah, sedangkan Mohammad al-Julani, gembong kelompok teroris Jabhat al-Nusra, akan menjabat komandan umum militer dewan ini.

Sumber khusus kepada Aranews mengatakan sudah dimulai babak baru perundingan antarkelompok Suriah untuk “penggabungan”, tapi terjadi perselisihan mengenai pembagian kewenangan, terutama di bidang militer.

“Babak baru perundingan untuk penggabungan mencakup 14 kelompok, termasuk Ahrar Sham dan Jabhat Fateh Sham (Jafash) yang merupakan dua kelompok utama dalam perundingan ini. Jafash berusaha mengarahkan untuk penggabungan kelompok-kelompok ini,” ujarnya.

Jubir Jafash Hussam al-Shafi’i mengatakan, “Persatuan dan penggabungan semua kelompok oposisi sudah sangat dekat.”

Di halaman Twitternya Sabtu lalu dia menyebutkan, “Pada tahap mendatang harus dibentuk satu barisan politik, militer dan syar’i dengan satu tujuan dan nasib.”

Da’i Salafi Arab Saudi Abdulllah al-Muhaisini sebelumnya menyalahkan Jafash dan Ahrar Sham serta menganggap keduanya telah menyebabkan gagalnya rencana penggabungan karena berselisih mengenai kedudukan dan pembagian kekuasaan.

Jafash tetap dipandang sebagai kelompok teroris oleh Rusia dan Suriah,  dan bahkan juga oleh Amerika Serikat, karena berganti nama dari Jabhat al-Nusra dan menyatakan memisahkan diri dari al-Qaeda semata-mata hanya supaya bisa keluar dari daftar organisasi teroris yang ada di tangan Rusia dalam operasi pembebasan Aleppo. (mm/farsnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL