Ankara, LiputanIslam.com –  Presiden Turki Recep Tayyip menyatakan bahwa serangkaian aksi kerusuhan yang terjadi di Iran belakangan ini tidak lepas dari campurtangan negara-negara asing.

“Pihak asing melakukan provokasi di Iran,” katanya dalam wawancara dengan saluran LCI milik Perancis Kamis malam (4/1/2018), menjelang kunjungan ke Paris, Jumat (5/1/2018).

Erdogan mengaku  bahwa dalam kontak telefon dengan sejawatnya di Iran, Hassan Rouhani, telah diberitahu bahwa dalam tiga hari ke depan situasi di Iran akan kembali normal.

Dalam kontak telefon ini keduanya membahas perkembangan situasi terbaru terkait dengan gelombang aksi protes yang terjadi di beberapa kota Iran, dan Erdogan menyatakan pihak berharap situasi mereda dalam beberapa hari mendatang.

Senada dengan ini, Menlu Turki, Mevlut Chavusoglu, Kamis, menyatakan bahwa apa yang terjadi di Iran merupakan urusan internal namun Amerika Serikat (AS) dan Israel bermain di balik kerusuhan.

“Ada dua orang yang mendukung apa yang terjadi (di Iran), yaitu Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Turki menolak campurtangan asing,” katanya.

Dia menambahkan bahwa Turki sangat mementingkan stabilitas situasi di Iran, dan campurtangan dalam urusan internal pasti akan kandas.

Ahad lalu (1/1/2018) Erdogan juga mengecam sikap AS terhadap gelombang unjuk rasa di Iran. Dia mengatakan bahwa AS berkomitmen pada demokrasi hanya ketika berurusan dengan sesuatu yang dapat melicinkan kepentingannya, tapi mengabaikan demokrasi ketika berurusan dengan sesuatu yang menyalahi interesnya.

“Mana keyakinan Anda (AS) kepada demokrasi? Anda berdemokrasi ketika angin bertiup sesuai keinginan kapal-kapal Anda, tapi tak memerlukannya ketika urusannya menyalahi keinginan Anda,” katanya. (mm/fna/alalam/arabic21/anadolu)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL