Ankara, LiputanIslam.com –  Pemerintah Turki kembali menyatakan penolakannya terhadap operasi militer Pasukan Arab Suriah (SAA) di provinsi Idlib di bagian barat laut Suriah yang berbatasan dengan Turki dan dihuni oleh sekira tiga juta penduduk.

“Tentara Suriah tak dapat membom warga sipil dengan dalih adanya organisasi teroris, dan Turkipun tak dapat diam atas ini,” ungkap Penasehat Presiden Turki Yasin Aktay seperti dilansir koran Turki Yeni Safak, Jumat (17/8/2018).

Ditanya mengenai bagaimana jika SAA melancarkan operasi militer di Idlib, dia mengatakan, “Turki tidak akan membiarkan hal ini. Ada jutaan warga sipil di Idlib, dan tak ada jalan keluar bagi mereka kecuali Turki. Siapapun tak dapat membayangkan betapa besar jumlah orang yang akan bergerak menuju Turki ketika itu… Turki mengetahui bagaimana harus berbuat jika Presiden Assad bertindak bodoh seperti ini.”

Di pihak lain, pemerintah Suriah tampak tidak menggubris ancaman Turki ini sehingga terus memperkuat pasukan dan logistik di sekitar Idlib serta menggempur markas-markas berbagai kelompok bersenjata di provinsi Idlib.

Sehari sebelumnya telah dilakukan pertemuan para perwira militer Turki dengan para tokoh daerah Idlib dan wilayah utara provinsi Hama untuk penjelasan pandangan Turki terkait dengan zona de-eskalasi di Idlib. Para perwira Turki mengungkap bahwa berbagai titik pantau militer Turki di kawasan dalam waktu dekat ini akan dilengkapi dengan sistem anti pesawat tempur untuk mengantisipasi serangan mendadak.

Turki sempat meminta kepada Rusia kesempatan untuk mengatur situasi di Idlib yang sekiranya tidak menjurus kepada solusi militer, namun Rusia tidak atau belum terlihat menyetujui permintaan itu, sementara tiga negara Rusia, Turki, dan Iran akan menggelar pertemuan segi tiga lagi yang kali ini akan diadakan di Teheran, ibu kota Iran, pada awal September mendatang. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*