Istanbul, LiputanIslam.com –  Perdana Menteri Turki Binali Yelderim menyatakan pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan pemerintahan Presiden Suriah Bashar Assad yang selama beberapa tahun terakhir ini sangat dimusuhi oleh Turki.

“Kami tidak memiliki komunikasi langsung dengan pemerintahan Assad, tapi ada komunikasi dengan pemerintahan ini menjelang operasi Afrin melalui Rusia,” kata Yelderim saat ditanya wartawan pada forum Beyoğlu di Istanbul, Turki, Jumat (26/1/2018), mengenai mengenai persyaratan dasar untuk komunikasi langsung Turki dengan Assad.

Dia lantas mengecam pemerintah Suriah dengan mengatakan, “Ada sesuatu yang tidak boleh diabaikan, yaitu pencarian solusi semestinya untuk krisis Suriah yang diabaikan oleh Assad sehingga kekacauan terus berlangsung bertahun-tahun di Suriah.”

Yelderim juga mengatakan bahwa pemerintah Suriah akan menghadiri dialog Suriah di kota Sochi, Rusia, pada 29 – 30 Januari 2018, dan Turki tidak akan menyetujui partisipasi milisi Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) dalam perundingan Suriah, karena Turki menuding YPG sebagai kelompok teroris yang menjalin hubungan dengan pemberontak Kurdi Turki, Partai Pekerja Kurdi (PKK).

Perdana Menteri Turki mengklaim bahwa operasi militer Turki bersandi “Tangkai Zaitun” di kawasan Afrin, Suriah utara, dilancarkan sejak 20 Januari lalu demi mencegah upaya disintegrasi Suriah yang pada gilirannya akan sangat mengancam keutuhan Turki. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL