Ankara, LiputanIslam.com –  Untuk pertama kalinya, Turki melayarkan satu kapalnya yang memuat sekira 4000 ton bahan makanan ke Qatar yang diisolasi oleh negara-negara jirannya di kawasan Teluk Persia. Demikian dilaporkan kantor berita Turki, Anadolu.

Disebutkan bahwa kapal  yang membawa bahan makanan yang tak mudah rusak serta buah-buahan dan sayur mayur itu bertolak dari pelabuhan kota Izmir di bagian barat negara ini, Kamis (22/6/2017), dan berlayar sampai sekira 10 hari untuk sampai ke tujuan.

Sebelumnya Turki juga sudah mengirim bahan makanan ke Qatar melalui pesawat sejak pecahnya krisis hubungan Qatar dengan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir.

Rabu lalu (21/6/2017) Menteri Ekonomi Nihat Zeybekci menyatakan bahwa selanjutnya pengiriman akan mengandalkan jalur laut.

Disebutkan bahwa jalur laut lebih efektif karena meskipun membutuhkan waktu lama namun lebih hemat biaya dan kapasitasnyapun lebih besar.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Mesir dan beberapa negara lain pada 5 Juni lalu mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dan ekonomi dengan Qatar. Aksi ini dilancarkan sembari menuduh  Qatar mendukung kelompok-kelompok teroris, berusaha mengacaukan stabilitas regional, dan menjalin hubungan baik dengan Iran yang dimusuhi oleh Saudi.

Turki menjalin hubungan baik dengan Qatar, terutama di sektor perdagangan dan kerjasama militer. Pada 7 Juni lalu parlemen Turki mengimplementasikan kesepakatan tahun 2014 yang memungkinkan Turki mengirim pasukan ke Qatar.

NTV milik Turki melaporkan bahwa sebanyak 25 personil pasukan bersama lima perangkat lapis baja, Kamis, akan berangkat menuju pangkalan militer Turki di Qatar yang sejauh ini sudah ditempati oleh sekira 90 tentara Turki.

Selain dekat dengan Qatar, Turki juga berusaha mengambangkan hubungannya dengan negara-negara Teluk Persia lainnya, terutama Arab Saudi.

Sejak awal krisis Qatar, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, berusaha tampil sebagai mediator dengan cara mengintensifkan komunikasinya dengan para pemimpin negara-negara Teluk, namun sambil mengecam keras aksi boikot terhadap Qatar dan menyebutnya tindakan “tidak manusiawi.”

Rabu malam Erdogan juga kembali menghubungi Raja Arab Saudi, Salman Bin Abdul Aziz, dan keduanya sepakat untuk mengadakan pertemuan di sela-sela pertemuan G20 yang akan diselenggarakan di Jerman bulan depan. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL