Ankara, LiputanIslam.com –  Menlu Turki Mevlut Cavusoglu menyatakan negaranya tidak akan menyerang tentara Suriah, dan Ankara maupun Damaskus sama-sama berusaha menjaga integritas Suriah.

“Dulu mereka (tentara Suriah) pernah menjatuhkan pesawat-pesawat kami, dan mereka kemudian mendapat  reaksi dari kami. Tapi selagi mereka tidak menyerang kami maka kami tidak akan memandang mereka sebagai sasaran kami. Sampai sekarang kami tidak mengambil langkah apapun dalam hal ini,” katanya dalam jumpa pers, Kamis (25/1/2018).

“Pemerintah Suriah mengetahui bahwa YPG (Unit Perlindungan Rakyat Kurdi) berusaha membelah Suriah, sedangkan kami serta Damaskus dan kubu oposisi sama-sama mendukung integritas Suriah sesuai perbatasannya sekarang,” lanjutnya.

Cavusoglu menyatakan pemerintah Turki meyakini bahwa pemerintah Suriah “tidak akan bekerjama dengan para teroris.”

Turki bersama milisi oposisi Suriah Jaish Al-Hur Sejak 20 Januari lalu menggelar operasi militer bersandi “Tangkai Zaitun” terhadap milisi Kurdi di kota Afrin di Suriah utara.

Pemerintah Turki berulang kali menyatakan bahwa Afrin yang mayoritas penduduknya bersuku Kurdi dan menjadi markas YPG merupakan ancaman nyata bagi keamanan Turki.

Ankara juga menyebut YPG dan Partai Persatuan Demokrasi Kurdi (PYD) yang merupakan dua komponen utara Pasukan Demokrasi Suriah (SDF) yang didukung Amerika Serikat sebagai dua organisasi teroris yang bersekutu dengan Partai Pekerja Kurdi Turki (PKK) yang sudah sekian dekade dilarang dan diperangi di Turki. (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*