peshmerga02Ankara, LiputanIslam.com – Pemerintah semi otonomi Kurdistan Irak mengaku telah mendapatkan izin dari pemerintah Turki untuk mengirim 200 anggota pasukan Kurdistan Irak, Peshmerga, ke kota Ain al-Arab (Kurdi: Kobane) melalui wilayah Turki untuk membantu milisi Kurdi Kobane berperang mempertahankan kota ini di depan serangan pasukan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Beberapa jaringan pemberitaan Turki menyebutkan bahwa pada tahap awal sebanyak 200 personil Peshmerga akan dikirim ke Suriah melalui wilayah Turki. Mereka akan bergerak menuju Kobane dengan membawa perlengkapan perang mereka sendiri untuk membantu milisi Unit Perlindungan Rakyat (YPG) dari Partai Uni Demokrasi Suriah (PYD) berjuang memecah kepungan ISIS terhadap Kobane yang sudah berlangsung selama hampir satu bulan.

Senin lalu (20/10) Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu menyatakan pihaknya secara garis besar telah menyetujui rencana pasukan Peshmerga untuk menyeberang ke Suriah melalui wilayah Turki. Saat itu dia juga menegaskan bahwa kesepakatan ini hanya berkenaan dengan Peshmerga, dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan milisi Kurdi dari Partai Pekerja Kurdi Turki (PKK) dan PYD.

Dia beralasan bahwa tak seperti PKK dan PYD yang dicap sebagai kelompok teroris oleh pemerintah Ankara, Peshmerga dilindungi oleh undang-undang dasar Irak.

Menurut beberapa lembaga pemberitaan, termasuk Euronews , perbatasan Turki masih ditutup dan belum ada personil Peshmerga yang diperbolehkan masuk ke Turki untuk kemudian menyeberang ke Kobane, dan pasukan Turkipun masih menyaksikan jalannya pertempuran milisi Kurdi Kobane melawan pasukan ISIS di kota Suriah yang berada di sisi perbatasan Turki tersebut.

Sementara itu, menanggapi pemberian izin Turki kepada Peshmerga tersebut harian Le Figaro menilai Turki sedang berusaha mencitrakan dirinya berkomitmen kepada koalisi internasional anti ISIS, namun di saat yang sama Turki juga berharap dapat menumpas orang-orang Kurdi Suriah.

Menurut koran Perancis tersebut, pemberian izin Turki kepada Peshmerga itu cukup mengejutkan karena selama ini Turki tidak pernah mendukung YPG karena partai ini menjalin hubungan baik dengan PKK yang bermusuhan dengan pemerintah Ankara.

Banyak pakar dan analis politik menilai izin Ankara itu sebagai upaya Turki untuk membenahi citranya yang selama ini dikenal sebagai negara yang diam-diam gencar mendukung ISIS agar kelompok teroris dapat mengganggu atau bahkan menggulingkan pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL