Ankara, LiputanIslam.com –  Menlu Turki Mevlut Chavusoglu mendesak Rusia dan Iran selaku penjamin pelaksanaan hasil negosiasi Suriah agar menghentikan gerak maju tentara Suriah di “zona de-eskalasi” di provinsi Idlib di bagian barat laut Suriah.

“Pasukan rezim Suriah terus bergerak menuju Idlib, Rusia dan Iran harus menunaikan komitmen keduanya dan menghentikannya. Kemarin kami telah memanggil perwakilan (dubes) Moskow dan Teheran, dan kami menyampaikan kepada mereka tuntutan kami,” katanya kepada wartawan, Rabu (11/1/2018).

Dia menyatakan bahwa pasukan Turki segera memasang titik pemantau keempat di kawasan terluas di Idlib yang dikuasai “kubu oposisi moderat Suriah.” Sebelumnya dia juga menyebut tentara Suriah menyerang kubu ini di Idlib.

Sementara itu, Kemhan Rusia menyatakan bahwa pangkalan udara Hmeimim dan pangkalan laut Tartus yang sama-sama ditempati oleh pasukan Rusia di Suriah belakangan ini mendapat serangan masif yang dilancarkan dengan menggunakan 13 pesawat nirawak, namun tentara Rusia dapat mencegatnya hingga tujuh di antaranya terjatuh dan enam lainnya meledak.

Menurut Kemhan Rusia, hasil penyelidikan menunjukkan bahwa pesawat-pesawat nirawak itu menggunakan teknologi yang digunakan hanya oleh negara, dan terungkap pula bahwa semuanya diterbangkan secara bersamaan dari wilayah yang dikuasai oleh “kubu oposisi moderat” di bagian barat daya zona de-eskalasi di Idlib.

Berkenaan dengan ini Kemhan Rusia telah melayangkan dua surat pemberitahuan tentang ini masing-masing kepada Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Turki Hulusi Akar dan kepala badan intelijen Turki Hakan Fidan. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL