Istanbul, LiputanIslam.com –  Pemerintah Turki, Jumat (13/1/2017), menyatakan bahwa kesepakatan yang telah dicapainya dengan Rusia untuk koordinasi pasukan udara di Suriah akan dapat mencegah terjadinya tabrakan jet tempur Turki dengan jet tempur Rusia dan Suriah.

Sejak terjadi krisis Suriah pada tahun 2011, Moskow berpihak pada pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad, sedangkan Ankara menyokong kelompok-kelompok pemberontak yang berambisi menggulingkan al-Assad.

Dewasa ini keduanya justru menggalakkan koordinasi dan penyesuaian setelah terjadi perbaikan hubungan Turki-Rusia yang memburuk pasca insiden penembak jatuhan pesawat tempur Rusia oleh angkatan udara Turki pada November 2015, dan Turki akhirnya meminta maaf atas kejadian ini setelah sekian lama bersikukuh untuk tidak meminta maaf.

Menteri Pertahanan Turki Fikri Isik mengatakan bahwa Moskow dan Ankara telah menjalin kesepakatan untuk mengoordinasikan serangan udaranya terhadap ISIS di Suriah.

Anadolu mengutip pernyataannya bahwa kesepakatan itu “berisi koordinasi dengan Rusia di mana langkah-langkahpun diambil untuk mencegah terjadinya kondisi saling berhadapan antara pasukan udara Turki di satu pihak dan angkatan udara Rusia dan Suriah di pihak lain.”

Asisten Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Untuk Keamanan Internasoinal Elissa Slotkin menyatakan Washington menyambut baik kerjasama Turki dan Rusia dalam operasi udara untuk pembebasan kota al-Bab di Suriah utara dari pendudukan ISIS. (mm/rayalyoum/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL