Kairo, LiputanIslam.com –  Pemerintah Turki dan Qatar sejak Januari lalu telah memberitahu pemerintah Mesir penolakan keduanya terhadap deportasi 53 petinggi dan anggota gerakan Ikhwanul Muslimin (IM).

Lusinan orang itu didakwa pengadilan Mesir terlibat aksi makar dan kejahatan terhadap lembaga-lembaga negara Mesir, termasuk mengagitasimasyarakat agar melakukan aksi kekerasan pasca kudeta militer terhadap Presiden Mohamed Morsi pada 3 Juli 2013.

Beberapa sumber menyebutkan, kantor kerjasama internasional Kementerian Keadilan Mesir telah menggunakan kanal-kanal diplomatik dan mengirim permohonan kepada 80 negara, termasuk Turki dan Qatar, supaya para anggota IM itu diserahkan kepada otoritas Mesir, tapi baru sebagian kecil negara, termasuk Kuwait dan Arab Saudi, bersedia memenuhi permohonan itu dan telah menyerahkan beberapa anggota IM kepada otoritas Mesir.

Pemerintah Turki belakangan ini malah mengajukan rancangan undang-undang di parlemen yang memungkinkan pemerintah Ankara memberikan kewarganegaraan Turki kepada sejumlah tokoh IM yang mendapat suaka politik di Turki.

Di pihak lain, polisi Interpol Mesir merilis daftar nama 60 tokoh IM yang berstatus buronan di Turki dan meminta Interpol meringkus dan menyerahkan mereka kepada otoritas Mesir. (mm/alyoum7)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL