Ankara, , LiputanIslam.com –  Turki dan Qatar, Selasa (9/4/2019), mengumumkan penentangan mereka terhadap keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memasukkan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dalam daftar organisasi teroris versi AS.

“Tidak ada negara yang dapat menyatakan angkatan bersenjata negara lain sebagai organisasi teroris, kami juga tidak mendukung keputusan sepihak ini,” ungkap Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu.

Dia menekankan bahwa tindakan demikian “akan menyebabkan instabilitas di kawasan.”

Presiden AS Donald Trump, Senin lalu (8/4/2019), memutuskan untuk mencantumkan IRGC dalam daftar organisasi teroris.

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani menyatakan bahwa “perselisihan antarnegara harus diselesaikan dengan dialog.”

Dia menambahkan, “Iran adalah negara yang memiliki kondisi regional dan geografisnya sendiri yang menuntut kami sebagai negara-negara di sekitarnya untuk memandangnya dengan berbagai pertimbangan, baik kami berselisih ataupun bersepakat dengan kebijakannya.”

Dia juga menekankan bahwa perselisihan yang ada adalah akibat beberapa tindakan pasukan Iran ataupun pasukan lain tidak boleh diselesaikan dengan penerapan sanksi. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*