Ankara, LiputanIslam.com –  Di tengah suasana tekad pemerinta Suriah untuk menggelar operasi penumpasan kelompok-kelompok teroris yang bersarang di provinsi Idlib, pemerintah Turki akhirnya mencantumkan nama “Hayat Tahrir al-Sham” yang menguasai sebagian besar wilayah provinsi di Suriah tersebut dalam daftar organisasi teroris.

Hayat Tahrir al-Sham semula adalah Jabhat al-Nusra, bekas cabang jaringan teroris al-Qaeda di Suriah, namun berganti dengan nama tersebut untuk berkamuflase agar disamakan statusnya dengan kelompok-kelompok pemberontak Suriah di mata Barat dan para sekutunya di Timteng.

Sebelum menggunakan nama Hayat Tahrir al-Sham, Jabhat al-Nusra pada tahun 2016 juga sempat menggunakan nama “Fateh al-Sham” hingga tahun lalu. Kelompok ini sekarang menguasai 60% wilayah provinsi Idlib.

Di pihak lain, sejak beberapa pekan lalu pemerintah Suriah mengerahkan pasukan dan mesin-mesin tempurnya ke kawasan dekat perbatasan Idlib dengan Turki sehingga kuat dugaan akan segera berkobar perang besar terakhir dalam krisis pemberontakan dan terorisme yang melanda Suriah sejak tahun 2011.

Keputusan Turki menyebut Hayat Tahrir al-Sham sebagai organisasi teroris diambil pada Jumat lalu (31/8/2018) ketika sedang berlangsung perundingan intensif antara Turki yang mendukung kelompok pemberontak Suriah dan Rusia yang mendukung pemerintah Suriah. Namun, tidak jelas apakah keputusan Turki itu mengindikasikan dukungan Turki kepada operasi militer Suriah di Idlib. Dua pejabat senior Turki enggan berkomentar mengenai keputusan ini saat dihubungi AFP.

Jauh hari sebelumnya pemerintah Turki mengingatkan bahwa “solusi militer” berpotensi menimbulkan “tragedi” di Idlib, namun, menurut sebagian pengamat, Turki juga menyatakan tidak tertutup kemungkinan menyetujui serangan terbatas tentara Suriah di Idlib. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*