militan-suriah-di-aleppoAnkara, LiputanIslam.com –  Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu membenarkan adanya kerjasama kubu pemberontak atau “oposisi moderat” Suriah dengan kelompok teroris Jabhat al-Nusra di Aleppo, Suriah. Dia juga menyatakan tidak mungkin keduanya dapat dipisahkan.

“Di banyak kawasan Suriah, para teroris beraksi secara terpisah dari oposisi moderat, tapi tidak demikian di Aleppo. Menurut data organisasi-organisasi intelijen, teroris di kota ini berjumlah 200-900 orang, dan sekitar 300 di antaranya adalah Jabhat al-Nusra yang bekerjasama dengan kelompok-kelompok moderat,” katanya dalam wawancara dengan channel 2 televisi pemerintah Rusia, Rabu (2/10/2016).

Dia menambahkan bahwa Turki sebenarnya ingin memisahkan kubu oposisi moderat dengan kubu teroris al-Nusra.

“Kita tidak dapat menyamakan para teroris dengan oposisi bersenjata,” imbuhnya.

Lebih lanjut dia juga mengatakan Ankara berbeda pendapat dengan Moskow mengenai proses pemisahan oposisi dengan teroris.

“Untuk memisahkan para teroris, pemboman (oleh Suriah dan Rusia) hendaknya dihentikan demi mengondisikan penerapan gencatan senjata dan penghentian kontak senjata,setelah itu ditentukan jeda waktu yang logis, karena selagi perang masih terjadi dan pemerintah negara ini masih melanjutkan pemboman maka tidak mungkin oposisi dapat dipisahkan dari teroris,” terangnya. (mm/irna)

DISKUSI:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL