presiden turki erdoganAnkara, LiputanIslam.com –   Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam pernyataan di depan sejumlah besar pendukungnya di Istanbul, Senin (28/7), menegaskan pihaknya akan berusaha menyelesaikan perselisihan Turki dengan negara-negara jirannnya. Demikian diberitakan FNA, Selasa kemarin (29/7), berdasarkan laporan RT yang mengutip laporan kantor berita Turki Anadolu.

Disebutkan pula bahwa pada kesempatan itu Erdogan juga menyinggung pentingnya sidang Dewan Keamanan Nasional Turki yang akan digelar pada hari ini, Rabu (30/7). Dia mengatakan bahwa pemerintah akan mengambil dan mengumumkan keputusan penting.

“Rakyat bersatu dan tidak akan membiarkan negara terserat ke arah yang tak jelas. Bagaimanapun juga kita akan menggagalkan proses demikian. Pemerintahan kami sedangkan melakukan persiapan penting, dan Dewan Keamanan Nasional akan menggelar sidang pada hari Rabu. Usai sidang ini  kami akan mengumumkan keputusan penting,” ungkapnya.

Mengenai seruan rakyat agar diterapkan hukuman mati terhadap para pelaku kudeta yang gagal dia mengatakan, “Turki adalah negara hukum dan demokratis. Dalam negara hukum yang demokratis aspirasi rakyat tidak dapat diabaikan. Jika rakyat menghendaki demikian (hukuman mati) maka majelis (parlemen) adalah tempat untuk membahasnya.”

Dia menambahkan bahwa jika majelis mensahkan hukuman mati bagi para pelaku kudeta maka dia selaku pejabat tertinggi Turki akan menandatangani keputusan itu.

“Kami bertekad untuk membersihkan negara kita dari semua kelompok teroris, dan tak ada tempat di negara ini untuk pemerintahan tandingan,” ujarnya.

PBB meminta pemerintahan Erdogan tidak menerapkan kembali hukuman mati yang sudah dihapus oleh Turki pada tahun 2004 ketika negara ini menyatakan ingin bergabung dengan Uni Eropa.

Seperti diketahui pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari pekan lalu Turki diguncang oleh upaya kudeta yang dilakukan oleh sebagian kalangan militer, namun upaya ini gagal.

Militer Turki  Selasa kemarin mengaku mengetahui adanya rencana kudeta beberapa jam sebelum dimulainya upaya kudeta.
Dalam data terbaru tercatat bahwa korban tewas upaya kudeta itu berjumlah 314 orang dengan rincian 105 di antaranya adalah pihak pendukung kudeta yang terdiri atas militer dan sipil. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL