Damaskus, LiputanIslam.com – Sumber media yang dekat pasukan pemerintah Suriah menyatakan  kepada kantor berita Jerman, DPA, bahwa pasukan pemerintah Suriah dan sekutunya telah mencapai area sekitar lapangan udara (lanud) militer Abu Duhur setelah bergerak maju dari bagian selatan provinsi Aleppo.

Sumber itu menjelaskan bahwa pertempuran mereka melawan kawanan teroris Jabhat Al-Nusra dan sekutunya masih diwarnai aksi “hit and run” atau “menyerang lalu kabur” di kawasan selatan dan timur provinsi Idlib, dan kepungan terhadap kawanan teroris itu membentang dari area sekitar lanud Abu Duhur hingga bagian selatan provinsi Aleppo dan berlanjut ke bagian timur laut provinsi Hama.

Pasukan pemerintah pada 10 Januari lalu sempat memasuki lanud Abu Duhur dari arah tenggara setelah bergerak maju di bagian timur provinsi Aleppo, tapi kemudian keluar lagi dari sana setelah terdesak oleh serangan pasukan oposisi.

Menlu Suriah Faisal Mekdad mengatakan negaranya akan menghadapi segala bentuk agresi atau operasi militer Turki ke wilayah kedaulatan Suriah.

“Kami mengingatkan para pemimpin Turki bahwa jika sampai melancarkan operasi serangan di kawasan Afrin maka akan dianggap sebagai tindakan agresi tentara Turki terhadap kedaulatan Republik Arab Suriah sesuai undang-undang internasional yang telah diketahui oleh pihak Turki,” ungkap Mekdad kepada wartawan di gedung Kemlu Suriah, Damaskus, Kamis (18/1/2018).

Dia menambahkan, “Kami mengingatkan bahwa pasukan pertahanan udara Suriah telah memulihkan kekuatannya secara penuh, dan siap menghancurkan sasaran-sasaran udara Turki di angkasa Republik Arab Suriah, dan ini berarti bahwa jika jet-jet tempur Turki mengagresi Suriah maka mereka hendaknya tidak merasa sedang berekreasi.”

Menlu Suriah mengingatkan, “Saya menegaskan dan berharap Turki mendengarkan baik-baik, dan pesan ini hendaknya sampai dengan jelas kepada siapapun yang berkepentingan bahwa Afrin, terutama, serta kawasan utara dan timur laut Republik Arab Suriah sejak dahulu kala akan tetap merupakan wilayah Arab Suriah.”

Berbagai laporan sebelumnya menyebutkan bahwa pasukan koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat bertekad membentuk pasukan baru penjaga perbatasan di utara Suriah bekerjasama dengan Pasukan Demokrasi Suriah (SDF) yang komponen utamanya adalah milisi Kurdi.

Hal ini membangkitkan kemarahan Turki. Ankara bahkan menyatakan bahwa milisi Kurdi dan SDF merupakan perpanjangan tangan Suriah kepada Partai Pekerja Kurdi Turki (PKK) yang dinyatakan oleh pemerintah Turki sebagai organisasi separatis teroris.

Pasukan Turki di sepanjang perbatasan negara ini dengan Suriah telah menerima instruksi siaga untuk kemungkinan melancarkan serangan ke kawasan Afrin yang dikuasai oleh milisi Kurdi di bagian utara provinsi Aleppo.

Dewan Keamanan Nasional Turki Rabu (17/1/2018) menggelar rapat yang dipimpin Presiden Recep Tayyip Erdogan, dan kemudian menghasilkan keputusan bahwa Turki akan mengambil tindakan “urgen” dan “tegas” untuk melindungi diri dari bahaya yang datang dari Suriah. (mm/rayalyoum/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*