rafah mesirRafah, LiputanIslam.com – Ratusan warga Palestina mendirikan shalat Jumat (16/1/2015) di depan pintu perbatasan Rafah. Hal itu mereka lakukan untuk menandai tuntutan supaya pintu perbatasan antara Mesir dan Jalur Gaza itu segera dibuka demi memecah blokade Jalur Gaza.

Kantor berita Palestina Maan menyatakan bahwa dalam aksi itu para jemaah shalat Jumat Palestina mengemukakan problematika yang mereka alami akibat penutupan pintu Rafah dan berlanjutnya blokade Israel terhadap Jalur Gaza yang sudah berlangsung delapan tahun. Hal itu mereka lakukan agar hati pemerintah Mesir terketuk dan menyadari keharusan membuka pintu perbatasan Rafah.

Lebih jauh, ratusan warga Palestina itu juga meminta kesediaan negara-negara Arab dan Islam membantu mengatasi kesulitan yang dialami penduduk Jalur Gaza akibat blokade tersebut.

Pintu perbatasan Rafah menjadi urat nadi kehidupan warga Palestina di Jalur Gaza. Dari pintu itulah mereka dapat mengakses dunia luar untuk memenuhi berbagai kebutuhan pokok mereka.

Akhir bulan Desember 2014 pemerintah Mesir membuka pintu itu selama tiga hari. Selama itu terdata sebanyak 2,353 orang telah menyeberang dari Jalur Gaza ke Mesir dan sebaliknya.

Pemerintah Mesir menutup kembali pintu itu sejak 25 Oktober 2014 dengan dalih demi keamanan menyusul peristiwa serangan kelompok bersenjata terhadap pangkalan militer Mesir di kawasan Karam al-Kawadis di Semenjung Sinai. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*