isis asing2LiputanIslam.com – Sebuah reportasi menyebutkan bahwa sebanyak 25 negara telah memberikan data tentang warga negara masing-masing yang menjadi militan di Suriah. Sesuai reportasi ini, setelah Tunisia, Arab Saudi adalah negara yang paling banyak “mengimpor” militan ke Suriah.

Situs Rai al-Youm Senin (2/9) melaporkan, ketika berbagai negara dunia sedang menempuh berbagai langkah dan tindakan untuk membendung arus kedatangan peminat perang di wilayah Suriah, reportasi itu menyebutkan adanya upaya untuk menyajikan grafik yang menjelaskan kondisi yang ada.

Menurut grafik yang didasarkan pada statistik resmi Pew Research Centre, negara Arab yang menduduki ranking pertama sebagai negara asal militan asing di Suriah adalah Tunisia dengan jumlah militan sebanyak 3000 orang, kemudian Arab Saudi sebanyak 2500 orang, dan ketiga adalah Maroko sebanyak 1500 orang.

Negara-negara lain non Arab yang paling banyak “menyumbang” militan asing dari segi jumlah untuk berperang di Suriah adalah Rusia sebanyak 800 orang dan Perancis 700 orang. المسلحون الأجانب بسوريا من 25 دولة.. السعودية ثانية عربيا

Namun demikian, dari segi persentase jumlah warga Muslim, Finlandia yang dihuni hanya oleh 42000 warga Muslim menduduki ranking pertama negara eksportir militan ke Suriah meskipun hanya urun 30 orang.

Reportasi itu tidak mencakup semua negara penyumbang, melainkan hanya meliputi beberapa negara yang telah memberikan data-data terpercaya mengenai jumlah warganya yang ikut mengangkat senjata di Suriah. Dengan demikian, diperkirakan masih banyak negara lain yang sebenarnya ikut menyumbang namun tidak tercatat dalam reportasi tersebut.

Beberapa waktu lalu Institut Kebijakan Washington untuk Timur Dekat menyatakan bahwa jumlah warga asing yang mengalir ke Suriah melebihi jumlah militan yang masuk ke Irak dan Afghanistan.

Berbagai sumber memperkirakan di Suriah terdapat lebih dari 9000 petempur asing. Sejak militan asing berdatangan ke Suriah di penghujung tahun 2011, ada ratusan sumber yang seragam dalam menyebutkan jumlah militan yang berdatangan ke negara yang dipimpin Presiden Bashar al-Assad itu, yaitu lebih dari 9000 orang yang berasal dari sekitar 80 negara. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL