pasukan suku yaman1Sanaa, LiputanIslam.com – Militer Arab Saudi dilaporkan kehilangan puluhan alat tempurnya, termasuk beberapa tank jenis Abrams dan Bradley buatan Amerika Serikat, mobil penyapu ranjau, mobil pengangkut personil dan kendaraan pembawa senjata otomatis.

Alalam Jumat (28/8) melaporkan bahwa pasukan Yaman bergerak maju ke wilayah Saudi hingga beberapa kilometer dari perbatasan hingga mengejutkan sekelompok besar pasukan Saudi yang berusaha maju untuk merebut kembali markas-markas militer mereka yang sebelumnya sudah jatuh ke tangan pasukan Yaman.

Kantor berita Yaman, Saba, melaporkan tujuh tentara Saudi tewas terkena serangan pasukan Yaman di Jizan.

Sumber militer Yaman dalam keterangan persnya kepada Saba menyebutkan empat orang tentara Saudi berpangkat kapten, dua sersan, dan satu sersan mayor terbunuh di kamp militer Biryalain, Saudi, akibat gempuran roket tentara dan pasukan rakyat Yaman.

Serangan itu juga menghancurkan mobil militer di gerbang kamp militer tersebut, menewaskan pengemudinya, dan melukai beberapa pasukan Saudi lainnya. Helikopter Saudi kemudian mendatangi lokasi untuk mengevakuasi para korban tewas dan luka mereka.

Saba juga melaporkan bahwa jet tempur Saudi telah menyerang konvoi truk pengangkut bahan makanan yang baru tiba di kota Amran dari Sanaa, ibu kota Yaman. Iring-iringan truk itu mengangkut air bersih, kurma, dan beberapa bahan pangan lain.

Serangan yang terjadi di sebuah jalan protokol kota Amran itu juga menyebabkan banyak gedung, rumah warga dan komplek pertokoan rusak.

Al-Mayadeen melaporkan pernyataan sumber-sumber rumah sakit Yaman bahwa sebanyak 24 warga sipil tak berdosa tewas dan sekitar 15 orang lainnya luka-luka akibat serangan jet tempur Saudi ke berbagai wilayah di tiga provinsi Ibb, Sa’adah dan Hajjah selama Jumat kemarin. Sebagian korban luka berada dalam kondisi kritis sehingga jumlah korban tewas bisa jadi bertambah.

Sehari sebelumnya tiga warga Yaman, dua antaranya perempuan, juga terbunuh oleh serangan udara Saudi terhadap sebuah rumah di kawasan Qa’ al-Qaidhi di pinggiran kota Sanaa.

Sementara itu, anggota Dewan Politik Ansarallah (Houthi) Ali al-Qahum, menepis klaim Arab Saudi bahwa pasukan militer Saudi telah masuk ke provinsi Sa’adah.

“Kabar masuknya militer Saudi ke provinsi Sa’adah sepenuhnya dusta. Klaim Ahmad al-Usairi (jubir militer Saudi) bahwa pasukan agresor itu berhasil menerobos masuk ke provinsi Sa’adah sama sekali tidak benar,” katanya, seperti dilansir Saba.

Dia balik menegaskan bahwa pasukan Yamanlah yang justru terus bergerak maju di sejumlah front di wilayah Arab Saudi.

“Gerak maju mereka di Najran, Jizan dan Usair terus berlanjut,” tegasnya.

Sebelumnya, Ahmad al-Usairi mengumumkan bahwa militer Saudi berhasil menguasai kawasan al-Atifaian dan al-Haisyam, provinsi Sa’adah, sementara sumber-sumber informal justru menyatakan bahwa tentara dan pasukan rakyat Yaman berhasil menguasai distrik al-Khubah di wilayah Saudi.

Saudi dan sekutunya menebar kematian dan kehancuran di Yaman melalui serangan udara sejak sekitar lima bulan lalu sampai sekarang dengan alasan demi memulihkan pemerintahan presiden pelarian Abd Rabbuh Mansur Hadi dan menumpas milisi Ansarullah (Houthi) selaku penggerak revolusi rakyat terhadap rezim korup Mansur Hadi.

Komite Internasional Palang Merah (ICRC) Rabu lalu (26/8) menyatakan kehancuran di Yaman dalam lima bulan terakhir ini tak ubahnya dengan kehancuran di Suriah yang sudah lima tahun dilanda gejolak perang. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL