Teheran, LiputanIslam.com –   Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengecam keras pidato Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan menyebutnya “ujaran kebencian dan kebodohan.”

“Ujaran kebencian Trump layak untuk Abad Pertengahan, bukan untuk PBB di abad 21, tak patut ditanggapi. Simpati palsu kepada orang Iran tidak akan menyentuh siapapun,” tulis Zarif melalui akun Twitternya, Selasa (19/9/2017).

Sebelumnya, Trump dalam pidatonya pada sidang ke-92 Majelis Umum PBB menyebut pemerintah Iran “rezim pembunuh” dan “diktator korup” serta mengatakan bahwa “sebagian besar korban yang terdera oleh para pemimpin Iran adalah orang Iran sendiri.”

Dia juga kembali menyebut kesepakatan nuklir Iran dengan enam negara terkemuka dunia, termasuk AS sendiri di era kepresidenan Barack Obama, sebagai perjanjian terburuk bagi AS.

“Kesepakatan Iran adalah salah satu transaksi terburuk dan paling sepihak yang pernah dilakukan AS… Terus terang, kesepakatan itu memalukan bagi AS, dan saya rasa Anda belum pernah mendengar yang terburuknya. Percayalah kepadaku,” ujarnya.

Dia juga menuding Iran menggunakan kekayaannya untuk membela Presiden Suriah Bashar al-Assad dan Ansarullah (Houthi) di Yaman serta “merusak total perdamaian di Timteng.”

“Sudah saatnya seluruh dunia bergabung dengan kami dalam menuntut pemerintah Iran menyudahi kematian dan penghancurannya. Sudah saatnya rezim ini membebaskan semua warga AS  dan warga negara lain yang telah ditahan dengan tidak benar. Dan yang terpenting, pemerintah Iran harus berhenti mendukung teroris, mulai melayani rakyatnya sendiri, dan menghormati hak kedaulatan tetangganya,” ungkap Trump.

Sementara itu, menanggapi pidato Trump ini di Majelis Umum PBB ini, masyarakat Iran segera membuat hashtag  #shutuptrump  di Twitter yang berarti  “diam, Trump!” (mm/rayalyoum/independent/fna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL