Washington, LiputanIslam.com –  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku bukan penggemar Presiden Suriah Bashar al-Assad, dan menyatakan bahwa keberadaan Rusia dan Iran di Suriah tak lain adalah akibat kesalahan pemerintahan AS sebelumnya di bawah kepresidenan Barack Obama.

Dalam konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri di Washington, Selasa (25/7/2017), Trump menyalahkan Obama karena tidak melakukan tindakan yang efektif terhadap “aksi mengerikan terhadap kemanusiaan” yang terjadi dalam perang Suriah.

Menurutnya, seandainya Obama melakukan tindakan yang seharusnya maka Rusia dan Iran tidak akan bercokol di Suriah seperti yang terjadi sekarang.

“Seandainya Presiden Obama melakukan apa yang seharusnya dia lakukan maka, saya kira, kita tidak akan melihat sama sekali keberadaan Rusia dan Irak sekarang,” katanya.

Ditanya wartawan mengenai Presiden Suriah Basyar al-Assad dia mengatakan, “Saya bukan penggemar al-Assad. Saya tentu berpikir bahwa apa yang dia lakukan terhadap negara itu (Suriah) dan terhadap kemanusiaan mengerikan. Saya bukanlah orang yang akan berdiam membiarkannya berlalu bersama apa yang hendak dia lakukan.”

Dia memastikan bahwa al-Assad telah melakukan kejahatan itu berulangkali di masa kepresidenan pendahulunya, Barack Obama. (rt/businessinsider/hindustantimes)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL