Riyadh, LiputanIslam.com –  Putra Mahkota Arab Saudi Mohamed bin Salman (MbS) akhirnya angkat bicara setelah beberapa hari sebelumnya Presiden Amerika Serikat (AS) melontarkan pernyataan-pernyataan yang bernada menghina Arab Saudi.

Dalam wawancara eksklusif dengan Bloomberg, Jumat (5/10/2018), dia mengaku menjalin “hubungan istimewa” dengan Trump, namun mengingatkan bahwa Saudi mendapatkan senjata dari AS dengan cara membeli, bukan cuma-cuma, dan “Saudi sudah ada lebih dari 30 tahun sebelum AS ada.”  Dia juga mengatakan bahwa Saudi tidak akan membayar untuk keamanannya.

Berikut ini beberapa poin penting yang dikatakan MbS terkait Saudi dan Trump dalam wawancara tersebut;

  • Saudi ada sejak tahun 1744, atau lebih dari 30 tahun sebelum AS ada.
  • AS di era kepresiden Barack Obama berlawanan dengan sebagian besar agenda Riyadh di Saudi maupun di Timteng secara umum, namun Saudi dapat melindungi kepentingannya. Dan saat itu Saudi berhasil, sedangkan pemerintahan Obama gagal.
  • Saudi tidak akan membayar berapapun untuk keamanannya.
  • Semua senjata yang dapat Saudi dari AS bukanlah gratis, melainkan membeli.
  • Saudi semula mencanangkan pembelian sebagian besar senjatanya dari negara-negara selain AS, tapi strategi ini berubah setelah Trump menjabat sebagai presiden.
  • 99% urusan Saudi dengan AS baik, hanya 1% yang tidak baik.
  • Kerjasama Mbs dengan Trump sangat baik dan telah membuahkan banyak hasil di Timteng, terutama dalam pemberantasan radikalisme dan terorisme serta pembendungan pengaruh Iran.

Seperti pernah diberitakan, Trump telah bersumbar bahwa Raja Salman dari Arab Saudi tidak akan dapat bertahan berkuasa “barang dua minggu” tanpa pembelaan AS dan bahwa kerajaan ini perlu keluar uang lebih untuk biaya perlindungan dari AS.

“Kami melindungi Arab Saudi … Dan saya mencintai raja, Raja Salman. Tapi saya berkata, ‘Raja, kami melindungi Anda. Anda mungkin tidak berada di sana selama dua minggu tanpa kami; Anda harus membayar untuk militer Anda, “kata Trump kepada para pendukungnya, seperti dilansir Reuters.

Dia bercerita, “ Saya katakan, Raja, Anda punya triliunan dolar. Tanpa kami, siapa yang tahu apa yang akan terjadi?’ Bersama kami mereka benar-benar aman. Tapi kita tidak mendapatkan apa yang seharusnya kita dapatkan, “tambahnya. (mm/raialyoum/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*