Washington, LiputanIslam.com –  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku berkemungkinan akan menghadiri peresmian Kedubes AS untuk Israel di kota Al-Quds (Yerussalem), dan mengatakan pula bahwa negara-negara kaya Arab akan mengeluarkan dana lebih besar di Suriah.

“Mungkin saya akan ke Yerussalem untuk mengikuti pembukaan Kedubes AS,” katanya dalam konferensi pers bersama Kanselir Jerman Angela Merkel di Washington, AS, Jumat (27/4/2018).

Rencananya, Kedubes AS itu akan diresmikan pada Mei mendatang bersamaan dengan peringatan berdirinya negara Zionis Israel yang di tanah Palestina.

Pada awal Desember lalu Trump telah membuat keputusan kontroversial mengakui Al-Quds sebagai ibu kota Israel dan memindah Kedubes AS dari Tel Aviv ke Al-Quds.

Mengenai Iran dia mengatakan, “Kami sepakat untuk menghadapi perilaku ekstrem Teheran di Suriah.” Menurutnya, telah dibahas berbagai cara mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Dia bersumbar bahwa Iran yang disebutnya sebagai negara pengacau tidak bisa akan meraih senjata ini, dan bahwa perjanjian nuklir Iran (JCPOA) tidak memuaskan.

“Rezim Iran menutrisi kekerasan, pertumpahan darah, dan kekacauan di semua penjuru Timteng. Kita harus menjamin rezim pembunuh ini untuk bahkan tidak mendekati senjata nuklir. Iran harus berhenti menyebar rudal-rudal berbahaya dan mendukung teroris… Di mana ada Iran di situ ada masalah,” tudingnya.

Dia juga mengatakan bahwa negara-negara kaya Arab di Timteng akan segera mengeluarkan dana lebih besar di Suriah.

“Negara-negara kaya regional akan berpartisipasi lebih besar di Suriah di depan bantuan-bantuan besar yang telah kami berikan,” katanya.

Di pihak lain, Merkel dalam konferensi pers yang sama mengatakan bahwa JCPOA tidak cukup untuk “mengendalikan ambisi Iran.”

“Kami memandang perjanjian nuklir Iran sebagai tahap awal yang andil dalam menunda aktivitasnya di level ini secara khusus, tapi kami juga berkeyakinan bahwa dalam pandangan Jerman perjanjian ini tidaklah cukup untuk menjamin  pencegahan dan pengendalian ambisi Iran… Harus ada kesepakatan antara Eropa dan AS mengenai masalah ini.”

Trump akan menentukan sikapnya terhadap JCPOA pada tanggal 12 Mei mendatang. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*