Teheran, LiputanIslam.com –  Kepala Kantor Kepresidenan Iran Mahmoud Vaezi menyatakan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah delapan kali meminta untuk mengadakan pertemuan dengan Presiden Iran Hassan Rouhani dalam kunjungan terakhir Rouhani ke markas PBB di New York, AS, namun Rouhani menolaknya.

Kepada wartawan di sela-sela rapat di Teheran, Rabu (18/7/2018), Vaezi menjelaskan bahwa ketika Trump bermaksud mendikte bangsa Iran maka bangsa ini sendirilah yang mengambil keputusan dan menolak maksud itu.

“Orang-orang mengira bahwa Iran berusaha bernegosiasi dengan AS. Tapi saya katakan bahwa yang terjadi sampai sekarang adalah sebaliknya. Buktinya ialah bahwa dalam kunjungan Presiden Rouhani ke New York, Presiden AS telah delapan kali meminta mengadakan pertemuan dengan Rouhani tapi ditolak oleh Rouhani,” ungkap Vaezi.

Dia menambahkan, “Kebijakan kami transparan dan sikap kami jelas mengenai hubungan kami dengan AS, dan kami tidak akan pernah tunduk kepada tekanan.”

Trump menyatakan siap berunding dengan Iran untuk membuat kesepakatan baru yang mencakup program nuklir dan peranan regional Iran, namun Iran menolak mentah-mentah segala bentuk perundingan untuk perjanjian nuklir yang sudah ditekennya bersama lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB, termasuk AS, plus Jerman pada tahun 2015.

Sejauh ini Iran masih menjalin perundingan dengan negara-negara terkemuka Eropa mengenai upaya mempertahankan perjanjian nuklir Iran yang telah dikhianati oleh AS tersebut. (mm/alalam/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*