Beirut, LiputanIslam.com –  Sedikitnya 126 orang yang sebagian besar di antaranya penduduk Fu’ah dan Kefraya yang berpihak kepada pemerintah Suriah, termasuk 68 anak kecil, terbunuh akibat ledakan bom bunuh diri yang menyasar beberapa bus yang mengevakuasi mereka dari dua kota tersebut setelah dua tahun dikepung oleh pasukan pemberontak dan teroris.

Serangan mematikan yang terjadi Sabtu lalu (15/4/2017) ini terjadi menyusul proses evakuasi 7000 orang dari empat daerah di Suriah, yaitu Fu’ah dan Kefriya, provinsi Idlib, serta Madaya dan Zabadani dekat Damaskus, sesuai kesepakatan pemerintah Suriah dan kubu oposisi dengan prakarsa Iran sebagai pendukung pemerintah Damaskus dan Qatar sebagai pendukung oposisi.

Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR), Minggu (16/4/2017), menyatakan jumlah korban tewas 126 orang, 109 di antaranya penduduk Fu’ah dan Kefriya akibat serangan yang dilakukan dengan menggunakan truk berbahan peledak.

Serangan ini ditujukan terhadap 75 bus pengangkut penduduk yang sedang berhenti di kawasan al-Rashidin yang berada di bawah kekuasaan kubu operasi di barat kota Aleppo. Iring-iringan bus berhenti untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju Aleppo.

SOHR sebelumnya melaporkan jumlah korban tewas 112 orang. Direktur Eksekutif SOHR Rami Abdulrahman mengatakan bahwa di antara para korban itu terdapat 68 anak kecil, beberapa petugas evakuasi, dan anggota kubu oposisi.

Menurutnya, jumlah korban berpotensi meningkat lagi karena ada “ratusan korban luka.” (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL