puing gaza2GazaCity, LiputanIslam.com – Jalur Gaza masih terus menyajikan pemandangan yang mengerikan dari saat ke saat, dan jumlah syuhadapun terus meroket pada hari Jumat kemarin (1/8) seiring dengan sia-sianya gencatan senjata yang diumumkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Masyarakat dunia yang sempat sedikit bernafas lega menyusul pengumuman itu ternyata kembali disuguhi Rezim Zionis Israel tragedi yang tak kalah ironisnya dengan menggelar adegan pembantaian di Rafah, Jalur Gaza selatan.

Laporan The Palestinian Information Center (PIC) menyebutkan bahwa menurut keterangan pihak kesehatan Palestina, jumlah syuhada tragedi Rafah hingga Jumat siang kemarin mencapai lebih dari 70 orang, sementara jumlah korban luka sedikitnya 300 orang.

Dalam tragedi itu pasukan Zionis menggempur kawasan timur Rafah dari darat dan udara secara membabi buta sehingga dalam waktu singkat menjatuhkan ratusan korban jiwa dan luka, sementara tak kurang dari 270 rumah luluh lantak dan nyaris rata dengan tanah.

Hampir pasti jumlah korban akan terus melejit karena para saksi mata mengatakan masih banyak korban yang terjebak di dalam reruntuhan bangunan. Selain itu, pihak kesehatan Palestina menekankan bahwa 70 korban jiwa dan 300 korban luka itu masih merupakan data awal. Rumah Sakit (RS) Abu Yusef al-Najjar, Rafah, bahkan tak dapat menampung semua korban sehingga sebagian korban luka dilimpahkan ke RS Kuwait di kota sama dan sebagian lagi ke RS Nasser di kota Khan Younis.

Beberapa kawasan lain di Rafah juga tak luput dari gempuran Zionis, termasuk kawasan pusat perbelanjaan dan pintu perbatasan Rafah setelah otoritas Mesir  menolak kedatangan orang-orang Palestina hingga merekapun tertahan di lokasi.

Seperti diketahui, PBB sebelumnya telah mengumumkan gencatan senjata demi kemanusiaan untuk jangka waktu 72 jam atau tiga hari yang dimulai sejak Jumat (1/8) pukul 08.00 waktu Palestina.

Juru Bicara Hamas Fawzi Barhoum dalam siaran persnya hari itu menegaskan bahwa pihak Israellah yang melanggar gencatan senjata.

“Israellah yang melanggar gencatan senjata, sedangkan pejuang Palestina hanya bertindak sesuai kesefahaman yang memberi mereka hak mempertahan diri,” tegas Barhoum sembari menyerukan kepada masyarakat dunia supaya segera menghentikan kebrutalan Israel. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL