Moskow, LiputanIslam.com –  Anggota parlemen Duma Rusia menyerukan penyelidikan menyeluruh mengenai asal-usul peluncur rudal panggul darat udara (Man portable air defense systems/MANPADS) yang digunakan oleh militan di Suriah untuk menembak jatuh jet tempur Rusia sebelum membunuh seorang pilotnya dalam baku tembak yang terjadi pada Sabtu (3/2/2018).

“Pastinya, kami akan menyelidiki, termasuk banyak hal: dari jenis MANPADS hingga kondisi penembak jatuhan  Su-25,” Frants Klintsevich, Wakil Ketua Pertama Komisi Pertahanan parlemen Rusia, Minggu (4/2/2018), sebagaimana dilansir Interfax.

Dia berharap bahwa bukti tersebut akan tersedia, mengingat ada “banyak pengawasan nirawak dan angkasa di daerah tersebut.”

Anggota parlemen lainnya kuatir terhadap bagaimana militan di Suriah bisa mendapatkan senjata anti-pesawat terbang.

“Kami memiliki informasi bahwa MANPADS yang digunakan untuk menjatuhkan jet kami dibawa ke Suriah dari sebuah negara tetangga beberapa hari yang lalu,” kata koordinator Kelompok Parlementer Suriah Suriah Dmitry Sablin.

“Negara-negara asal senjata, yang kemudian digunakan untuk melawan tentara Rusia, harus mengerti siapa yang tidak akan mendapatkan hukuman,” tambahnya.

Wakil Kepala Komisi Pertahanan Duma, Yury Shvytkin, kepada RIA mengaku cenderung percaya bahwa asal MANPADS itu terkait dengan negara-negara Barat.

Jubir Pentagon Eric Pahon saat diwawancara TASS  telah menepis dugaan bahwa AS mengirim senjata anti-pesawat ke Suriah.

Namun, surat tagihan pengeluaran pertahanan 2017, yang ditandatangani di masa pemerintahan Barack Obama telah membuka kemungkinan pemasokan senjata demikian kepada pemberontak Suriah sehingga mengundangkan kewaspadaan Rusia. (mm/rt/amn)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*