Beirut, LiputanIslam.com – Dosen ilmu politik Universitas Lebanon Syeikh Dr. Sadek Nabolsi yang dekat dengan kelompok pejuang Hizbullah membantah laporan bahwa Iran dan Hizbullah keluar dari Suriah, namun dia mengakui peranan Rusia sebagai pengawas di Suriah selatan.

“Kabar ini tidak benar, dan sebagian laman yang menebar informasi demikian bertujuan menimbulkan syak wasangka mengenai keberadaan Iran di Suriah. Informasi demikian adalah demi kepentingan Israel yang menginginkan Iran keluar dari Suriah,” katanya kepada channel RT milik Rusia, Jumat (1/6/2018).

Pernyataan ini dia kemukakan sebagai tanggapan atas adanya laporan bahwa orang-orang Iran dan milisi Hizbullah dewasa ini sedang bersiap untuk keluar dari Daraa dan Quneitra di Suriah selatan.

“Keberadaan para pakar Iran di Suriah adalah dengan persetujuan pemerintah Suriah, dan masalah kebertahanan atau keluarnya mereka bergantung kesepakatan kedua pihak,” ujar  Nabolsi.

Dia menjelaskan, “Sejauh ini belum terbayang keluarnya para pakar Iran dari Suriah. Sebaliknya, ada koordinasi kontinyu antara Damaskus dan Teheran mengenai peran militer Iran yang dikehendaki dewasa ini, terutama karena konflik masih berlanjut dan Amerika Serikat bercampur tangan secara masif dalam penerapan sejumlah agenda, dan pada gilirannya tidaklah mengemuka masalah keluarnya Iran dan Hizbullah.”

Sadek Nabolsi menambahkan, “Mungkin saja ada pembicaraan dan mediasi oleh Rusia untuk penyebaran pasukan di kawasan perbatasan Golan. Masalah ini sudah lama diumumkan agar pasukan Rusia berada di kawasan ini.”

Dia menekankan bahwa pemerintah Suriah mengutamakan pembebasan kawasan itu dari keberadaan kawanan teroris, sedangkan masalah keluarnya Iran dan Hizbullah hanyalah keinginan Israel semata. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*