Tokoh Hamas Ismail Ridwan

Gaza, LiputanIslam.com –  Dua faksi pejuang Palestina Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) dan Front Demokrasi Pembebasan Palestina (DFLP) memuji dukungan abadi Iran kepada bangsa Palestina dan perlawanan negara republik Islam itu terhadap normalisasi hubungan Arab-Israel.

Tokoh Hamas Ismail Ridwan saat mengikuti aksi “Great March of Return” yang diadakan setiap hari Jumat menyerukan kepada segenap bangsa Arab dan Islam agar melawan gerakan normalisasi yang dilakukan oleh sejumlah rezim Arab, sembari memuji perlawanan Iran selama ini terhadap fenomena buruk yang antara lain merugikan status kota suci Al-Quds (Yerussalem) sebagai milik bangsa Palestina dan umat Islam tersebut.

Di tengah aksi yang kali ini, Jumat (12/4/2019), bertema “Bersama Melawan Normalisasi” itu, Ridwan mengatakan, “Mereka (penduduk Gaza) keluar untuk menyampaikan seruan kepada kalian, wahai bangsa-bangsa Arab dan Islam, permalukanlah para penggerak normalisasi, dan berusaha menghentikan segala bentuk normalisasi (hubungan) dengan rezim pendudukan Zionis ini.”

Dia menambahkan, “Kami mengucapkan selamat kepada segenap unsur kekuatan yang menentang normalisasi, terutama Republik Islam Iran yang senantiasa berdiri melawan kampanye normalisasi yang dilakukan oleh sebagian antek bayaran dan orang-orang yang bersikukuh mengutamakan kepentingan sendiri daripada al-Quds dan Masjid al-Aqsa.”

Dia menegaskan bahwa rakyat Palestina juga memuji para tahanan Palestina yang gigih perjuang demi kehormatan di depan rezim pendudukan, dan memastikan bahwa masalah tahanan ini juga masuk dalam skala prioritas gerakan muqawamah (resistensi anti Israel).

Tokoh DFLP Mahmoud Khalaf

Senada dengan ingin, tokoh Front Demokrasi Pembebasan Palestina (DFLP) Mahmoud Khalaf menegaskan bahwa kampanye normalisasi hubungan dengan Israel merupakan belati beracun yang ditikamkan dari belakang kepada Palestina dan pengkhianatan terhadap darah para syuhada Palestina.

Mahmoud Khalaf yang juga turut serta dalam aksi pada minggu ke 54 itu menegaskan bahwa aksi itu akan terus berlanjut demi menyampaikan pesan-pesan bangsa Palestina kepada dunia.

Dia menyayangkan adanya “pernyatan-pernyataan ganjil”  sebagian rezim Arab yang seakan mengakui bahwa kaum Zionis Israel berhak bercokol di Palestina. Dia lantas mengecam adanya aktivitas pertukaran delegasi antara Israel dan sejumlah negara Arab pendukung normalisasi yang jelas-jelas ditentang oleh bangsa Palestina. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*