Ramallah, LiputanIslam.com –  Anggota Komisi Pusat Gerakan Fatah Palestina, Abbas Zaki, menyatakan bahwa konferensi mengenai Palestina yang akan digelar di Teheran, Iran, menjadi satu “kemenangan nyata” bagi Palestina.

Dalam wawancara panjang lebar dengan al-Mayadeen yang berbasis di Lebanon, Minggu (19/2/2017), dia menyebut negara-negara Arab “lumpuh” dalam menghadapi Israel akibat “hegemoni Amerika Serikat (AS)”.

“Sedangkan Iran dengan semua transformasinya di bidang teknologi dan senjata, atau adanya Hizbullah, telah membuat Israel berpikir keras sebelum berbuat untuk petualangan apapun, dan di saat yang sama ini merupakan dukungan bagi Palestina,” katanya.

Dia menambahkan. “Berbagai statemen dan serangan media Arab terhadap Iran dan membesar-besarkan bahaya negara ini merupakan pelarian dari realitas regional.”

Abbas Zaki pessimis terhadap dukungan Arab kepada Palestina di tingkat formal.

“Dukungan ini tidak akan melampuai garis-garis yang sudah ditetapkan oleh AS, terutama di bawah pemerintahan Trump, dan orang yang bersama AS tidak akan bisa melayani rakyat Palestina… AS adalah musuh, dan Israel merupakan salah satu alat musuh ini,” tuturnya.

Dia mengaku heran mengapa tak ada satupun negara yang bereaksi terhadap pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang mengaku memiliki hubungan baik dengan negara-negara Arab.

Dia menambahkan ada 22 solusi yang akan diterapkan oleh pemimpin Palestina melalui komisi politik, satu di antaranya menarik diri dari pengakuan terhadap Rezim Zionis Israel.

“Apa yang terjadi sekarang berada di luar Perjanjian Oslo, dan kami akan berbuat sesuatu yang akan meresahkan Israek, terutama dalam memerangi proyek pembangunan permukiman,” lanjutnya.

Dia kemudian menuding Qatar mencampuri urusan internal Palestina sehingga memperparah perselisihan antarkomponen Palestina.

Dia juga menjelaskan bahwa hubungan Palestina dengan Mesir dan Arab Saudi terjalin sesuai hubungan antarnegara dan berdasarkan kepentingan bilateral, ”tapi yang menyakitkan Israel adalah hubungan dengan Iran.”

Sementara itu, di hari yang sama Wakil Sekjen Front Rakyat Pembebasan Palestina Abu Ahmad Fouad mengatakan bahwa Saudi sejalan dengan Israel, dan Riyadh menentang Teheran karena Iran gigih membela perjuangan bangsa Palestina.

(Baca: Saudi Tolak Ajakan Dialog Iran )

Dia juga menjelaskan bahwa dalam Konferensi Keamanan Munich, Jerman, Minggu, Menlu Saudi Adel al-Jubeir kembali menuding Iran negara pendukung terorisme. Senada dengan ini, pada sidang yang sama Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman menyatakan Iran berusaha melemah Saudi di Timteng.  (mm/almayadeen)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL